Wakapolri Minta 8 WNI Perompak di Malaysia Ikuti Proses Hukum RI

Selasa, 27 September 2016 - 08:11 WIB
Wakapolri Minta 8 WNI...
Wakapolri Minta 8 WNI Perompak di Malaysia Ikuti Proses Hukum RI
A A A
JAKARTA - Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Jenderal Syafruddin meminta Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Xuan untuk mengekstradisi delapan perompak warga negara Indonesia (WNI) dengan kapal Orkim Harmony yang berlatar di Malaysia.

"Bersama Kemenlu kita upayakan supaya delapan orang WNI perompak ditahan serta diproses hukum di Indonesia," papar Syafruddin dalam keterangannya, kemarin.

Selain minta diproses di Indonesia, dia juga menyarankan untuk memperlakukan delapan perompak dengan manusiawi. "Vietnam sedang giat menyelesaikan masalah ini dengan mendidik dan sosialisasi para nelayan supaya tidak melanggar hukum dan kedaulatan Indonesia," papar Syafruddin.

Bukan hanya membicarakan delapan perompak, Syafruddun juga mengajak Pamen Vietnam melakukan kerja sama baik dibidang pencegahan dan penanggulangan kejahatan khususnya perdagangan gelap narkoba juga kemacetan di Indonesia.

"Indonesia dan Vietnam ini sama-sama penduduknya banyak kalau tidak bisa mengontrol masalah keamanan maka bisa jadi masalah," jelas Syafruddin.

Sebelumnya pengadilan Vietnam menjatuhkan putusan untuk delapan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan karena membajak kapal tanker berbendera Malaysia tahun 2015 lalu. Delapan WNI itu akan diserahkan kepada otoritas Malaysia, untuk diadili.

Pada Juni 2015 lalu, delapan WNI itu ditemukan hanyut di atas perahu karet yang terdapat di pulau Tho Chu. Kepada otoritas setempat, mereka mengaku mengalami insiden di laut. Namun otoritas setempat mencurigai mereka karena mendapati para WNI itu membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Mereka kemudian dituding membajak kapal tanker MT Orkim Harmony yang berbendera Malaysia dan ditangkap. Baik Indonesia maupun Malaysia sama-sama mengajukan permohonan ekstradisi untuk delapan WNI itu.
(maf)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
KPK Konfirmasi Hasil...
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan dalam Pemeriksaan Perdana Silmy Karim sebagai Tersangka
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
5 Jenderal dengan Karier...
5 Jenderal dengan Karier Paling Moncer hingga Menjadi Panglima TNI
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Infografis
8 Peristiwa Besar di...
8 Peristiwa Besar di Indonesia Sepanjang Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved