HT Motivasi Mahasiswa untuk Ciptakan Lapangan Kerja

Jum'at, 23 September 2016 - 10:53 WIB
HT Motivasi Mahasiswa...
HT Motivasi Mahasiswa untuk Ciptakan Lapangan Kerja
A A A
CIREBON - Pesatnya pertumbuhan penduduk Indonesia tidak diimbangi dengan tersedianya lapangan kerja. Akibatnya, lapangan pekerjaan pun terkonsentrasi di kota-kota besar.

“Pertumbuhan ekonomi yang didominasi konsumsi tidak konkret dan rentan. Kita harus menjadi produktif,” kata CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) ketika memberikan kuliah umum di Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati) di Cirebon, Jawa Barat, Kamis 22 September 2016.

Dengan kondisi seperti itu, HT memotivasi generasi muda untuk menciptakan lapangan pekerjaan.“Generasi muda harus tumbuh menjadi pencipta lapangan kerja. Daerah berkembang, pemerataan terjadi, di situlah titik balik kebangkitan Indonesia,” ujar HT disambut tepuk tangan mahasiswa.

Dia mengatakan, saat ini mayoritas pemberi lapangan pekerjaan berada di kota-kota besar.Akibatnya, sambung dia, masyarakat kota kecil pun terpaksa harus mengadu nasib di kota besar untuk mencari pekerjaan.

Dia menilai penerapan pasar bebas saat masyarakat belum siap membuat pembangunan terkonsentrasi di kota besar. Menurut dia, kapitalisme akan terus menimbulkan kesenjangan. Apabila kondisi tersebut tak berubah maka Indonesia sulit menjadi negara kuat.

HT mencontohkan, sebelum menjadi negara maju, Amerika terlebih dahulu melakukan pemerataan pembangunan. Pemerataan dilakukan dengan cara melakukan pembangunan di setiap daerah.

Menurut dia, ketika ekonomi masyarakat daerah meningkat, maka tingkat kesejahteraan pun membaik. Hal serupa dilakukan oleh China. Tak heran apabila kesejahteraan masyarakat kedua negara tersebut merata di setiap daerah.

Dia mengatakan, ketimpangan ekonomi harus diatasi dengan keberpihakan kepada kalangan menengah ke bawah yang berada di daerah-daerah. Mereka adalah petani, nelayan, buruh, pelaku usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) dan lainnya.

“Indonesia harus menerapkan ekonomi kesejahteraan. Pusatkan pembangunan di daerah agar seluruh masyarakat sejahtera,” tandasnya.

Di sisi lain, Wakil Rektor I Unswagati Alfandi menjelaskan, era pasar bebas menuntut daya saing masyarakat di pasar nasional, global dan regional.

Menurut dia, pasar bebas membutuhkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap mental kewirausahaan tangguh.

Alfandi mencontohkan arah kebijakan kampus Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika dari high institute of research university menjadi enterpreneur university mampu melahirkan 4.000 perusahaan dari para alumni yang menyedot 1,1 tenaga kerja.

“Entrepreneur dalam menentukan kemajuan suatu negara telah dibuktikan oleh beberapa negara maju seperti Amerika, Jepang dan tetangga terdekat kita Singapura dan Malaysia,” tandasnya.

Ke depannya, pihak Unswagati siap bekerja sama dengan MNC Group untuk mewujudkan kesuksesan bangsa. Pada acara itu, HT memberikan beasiswa pendidikan kepada sejumlah mahasiswa berprestasi.
(dam)
Berita Terkait
Miliki Visi Sejalan,...
Miliki Visi Sejalan, Lippo Group Mantapkan Kerjasama dengan MNC Group
Rangkaian HUT ke-34...
Rangkaian HUT ke-34 MNC Group dengan Menggelar Penanaman 500 Bibit Pohon
Syukuran Perayaan HUT...
Syukuran Perayaan HUT MNC Group ke 34, Hary Tanoesoedibjo Ucap Harapannya
MNC Peduli dan Posyandu...
MNC Peduli dan Posyandu Melati 9 Laksanakan Pemeriksaan Gizi Rutin
Pakar: Perlu Ada Aturan...
Pakar: Perlu Ada Aturan yang Lindungi Masyarakat di Platform Global
Hari Terakhir MNC Tech...
Hari Terakhir MNC Tech Forum Bahas Kreator Hingga Literasi Digital
Berita Terkini
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Demi Framing, Pengamat...
Demi Framing, Pengamat Menilai Jusuf Hamka Catut Nama Mbak Tutut dan TPI ke Polemik CMNP dengan MNC Asia
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved