Jelang Wukuf, Arab Saudi Tangkap 191 WNI Tanpa Dokumen Lengkap

Jum'at, 09 September 2016 - 17:33 WIB
Jelang Wukuf, Arab Saudi...
Jelang Wukuf, Arab Saudi Tangkap 191 WNI Tanpa Dokumen Lengkap
A A A
JAKARTA - Sebanyak 191 orang yang terdiri dari laki-laki dan perempuan tanpa dokumen diamankan oleh pasukan petugas kemanan Kota Suci Mekkah Al-Mukarramah, demikian dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Jumat (9/9/2016).

Kepala Kepolisian Kota Suci Mekkah Brigjen M Omari mengatakan, telah memerintahkan Kepala Divisi Sergap Kol Fawaz Sahfi, untuk terus mengawasi para pelanggar dan siapa saja yang mencoba tinggal di tempat atau bangunan yang menyalahi aturan.

Alhasil Rabu 7 September 2016, sebanyak 191 orang tanpa didentitas ditangkap dalam sebuah razia terhadap sejumlah bangunan. Mereka menghidangkan makanan dengan cara yang jauh dari standar kesehatan.

Dalam operasi penggerebekan tersebut, pasukan keamanan menutup semua jendela untuk mencegah mereka melarikan. Mereka semua kini telah dimasukkan ke tahanan imigrasi (Tarhil) Shumaisi.

Belakangan diketahui 191 orang yang ditangkap tersebut semuanya berwarga negara Indonesia yang telah beberapa hari bahkan di antaranya beberapa bulan telah berada di Mekkah.

Dari berita acara pemeriksaan (BAP) oleh petugas KJRI Jeddah terungkap, sebagian besar yang ditangkap tersebut adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tidak memiliki dokumen resmi alias ilegal yang datang dari Jeddah dan berniat untuk melaksanakan ibadah haji.

Sepasang suami-istri asal Jawa Timur yang ikut diamankan dalam razia itu mengaku membayar 75 juta rupiah. Uang tersebut disetor kepada seseorang yang mengurus keberangkatan mereka ke Mekkah Arab Saudi dengan visa kunjungan bisnis untuk menunaikan ibadah haji.

Di paspor tertera, mereka berangkat ke Arab Saudi tanggal 27 Januari 2016 dengan rute Jakarta-Malaysia-Jeddah. Dari hasil pemeriksaan petugas KJRI Jeddah, 191 WNI yang ditangkap tersebut ditampung di sebuah rumah berlantai tiga di daerah syisyah, dekat Supermarket Bindawud.

Per orang dikenai seribu riyal dan dibayarkan kepada seorang perempuan berinisial R selaku penanggung jawab atau dikalangan mukimin WNI di Arab Saudi poluler dengan sebutan “mas’ul.” Harga tersebut sudah harga paket, terdiri dari biaya penginapan, makan, transportasi dan pelayanan Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina).

Belakangan tersiar kabar bahwa sang mas’ul tersebut meninggal secara mendadak karena serangan jantung pada saat operasi penggerebekan berlangsung.
(maf)
Berita Terkait
Idul Adha dan Ibadah...
Idul Adha dan Ibadah Haji, Apakah Ada Hubungannya?
Hikmah Haji : Semua...
Hikmah Haji : Semua Sama Kedudukannya di Hadapan Allah
DPR Doakan Calon Haji...
DPR Doakan Calon Haji Indonesia Bisa Berangkat Tahun Depan
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Menanti Lampu Hijau...
Menanti Lampu Hijau Umrah untuk Jamaah Asal Indonesia
Ada 2 Pertanyaan Dibenak...
Ada 2 Pertanyaan Dibenak Publik Muncul Terkait Pembatalan Keberangkatan Haji 2020
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Head to Head Timnas...
Head to Head Timnas Indonesia vs Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved