Meski Keberatan, Aguan Setuju Bayar Kontribusi Tambahan 15%

Rabu, 07 September 2016 - 16:21 WIB
Meski Keberatan, Aguan...
Meski Keberatan, Aguan Setuju Bayar Kontribusi Tambahan 15%
A A A
JAKARTA - Bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan buka-bukaan soal kontribusi tambahan sebesar 15 persen yang dibebankan kepada pengembang reklamasi. Menurut Aguan, kontribusi tambahan 15 persen itu berat bagi investor.

"Saya setuju kontribusi tambahan 15 persen, cuma cukup berat untuk infestasi. Saya yakin kalau nominal 15 persen investor banyak berat," kata Aguan saat bersaksi dalam persidangan dengan terdakwa M Sanusi, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2016).

Meski berat bagi investor, Aguan mengakui pihaknya tetap berkomitmen untuk memenuhi kontribusi tambahan tersebut. Sejumlah rumah susun dan beberapa ruas jalan pun dibangun pihak Aguan dengan maksud memenuhi komitmen antara pengembang dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Karena dasar hukumnya belum jadi, maka rusun itu masuk dalam kewajiban pengembang," ucap Aguan.

Dalam kesempatan itu, Aguan mengaku baru mengerti soal kontribusi tambahan sebesar 15 persen pada awal tahun 2016. Menurut Aguan, dalam Peraturan Gubernur yang terbit tahun 1995 yang dijadikan dasar sebagai izin reklamasi dan perjanjian kerjasama yang diteken tahun 1997, persoalan kontribusi tambahan sudah diatur.

Lebih lanjut Aguan menyatakan, tidak tahu pasal kontribusi tambahan 15 persen menjadi biang perdebatan antara eksekutif dan legislatif dalam pembahasan Raperda tentang Reklamasi Teluk Jakarta.

Dalam perdebatannya, Pihak Pemeritan Provinsi kukuh mempertahankan kontribusi 15 persen dimasukkan ke dalam Raperda. Sementara pihak DPRD DKI Jakarta ingin menghapus pasal tersebut.

"Saya tidak tahu (perdebatan itu). Menurut saya itu lebih banyak politiknya," kata Aguan.

Dalam persidangan sebelumnya, pada Senin 5 September 2016, staf politik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Sunnya Tanuwidjaja membeberkan keberatan para pengembang atas kontribusi tambahan sebesar 15 persen. Namun demikian, kata Sunny, para pengembang terpaksa menuruti kontribusi tersebut karena takut dengan Ahok.
(maf)
Berita Terkait
DKI Sebut Pagar Laut...
DKI Sebut Pagar Laut Sepanjang 500 Meter di Seberang Pulau C Reklamasi Sudah Dihentikan
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Reklamasi PIK, Warganet: Maaf Corona Gak Berani Masuk Pantai Indah Kapuk
Satpol PP Segel Pantai...
Satpol PP Segel Pantai Reklamasi PIK Gara-gara Kerumunan
Reklamasi Pantai Tanpa...
Reklamasi Pantai Tanpa Izin, PT PAN Didenda Miliaran Rupiah
Wisata Pasir Putih Pantai...
Wisata Pasir Putih Pantai Reklamasi
Debat Sengit Aktivis...
Debat Sengit Aktivis Jakarta, Reklamasi Ancol Harus Hasilkan Pantai Publik
Berita Terkini
Sekolah Nasional Terintegrasi:...
Sekolah Nasional Terintegrasi: Investasi Besar yang Harus Dijaga Konsistensinya
Marak Kasasi Jaksa atas...
Marak Kasasi Jaksa atas Vonis Bebas, Pakar Nilai Bertentangan dengan Asas Hukum
Sambut HUT Ke-81 RI,...
Sambut HUT Ke-81 RI, Kemenag Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas
Titi Anggraini: Tak...
Titi Anggraini: Tak Libatkan Parpol Nonparlemen Bahas RUU Pemilu Tindakan Inkonstitusional
Polemik Kabinet Bayangan,...
Polemik Kabinet Bayangan, Pengamat Menyoroti Mekanisme Kritik dalam Demokrasi
Di Forum ASEAN, Indonesia...
Di Forum ASEAN, Indonesia Perkuat Kepemimpinan Pengelolaan Hutan Lestari
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025, Senin 15 Desember: Indonesia Nyaman di Posisi 2
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved