Kritik Langsung SBY kepada Jokowi Diapresiasi

Minggu, 28 Agustus 2016 - 15:57 WIB
Kritik Langsung SBY...
Kritik Langsung SBY kepada Jokowi Diapresiasi
A A A
JAKARTA - Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali melancarkan kritik terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)‎.

Kritik itu disampaikan SBY saat menyampaikan orasi ilmiahnya di acara Wisuda Sarjana Universitas Al Azhar Indonesia di Gedung Manggala Wanabakti, Kementerian Kehutanan, Sabtu 27 Agustus 2016. (Baca juga: SBY Bilang Gagasan Jokowi Terkait Poros Maritim Hanya Retorika)

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Adi Prayitno mencermati, setidaknya ada dua kritik SBY yang disampaikan melalui orasi ilmiah.

Pertama, SBY sempat menyinggung rencana pembangunan poros maritim yang disebutnya hanya retorika belaka. Kemudian, mantan Presiden dua periode itu juga sempat mengingatkan Jokowi agar tak dikontrol kekuatan China.

Adi menilai, kritik SBY ini merupakan kritik yang disampaikan secara langsung kepada Jokowi. Menurut dia, biasanya SBY melontarkan kritik melalui 'cuitan' di media sosial.‎

Dia berharap kritik tersebut dianggap sebagai masukan yang konstruktif untuk membenahi sektor maritim.‎"Ini kritik konstruktif mengingat Jokowi memang lebih memprioritaskan pembangunan infrastruktur darat ketimbang laut. Padahal, poros maritim menjadi andalan utama Jokowi untuk membangun perekonomian Indonesia‎," tutur Adi saat dihubungi Sindonews, Minggu (28/8/2016).

Kemudian mengenai kritikan SBY terhadap kontrol China, menurut Adi, hal itu sulit dipungkiri oleh pemerintahan Jokowi. Pasalnya, dia menduga pemerintahan Jokowi condong "berkiblat" ke China.

Menurut dia, keinginan Jokowi keluar dari kontrol China sudah dilakukan dengan memasukkan Sri Mulyani dan Arcandra Tahar dalam perombakan atau reshuffle Kabinet Kerja Jilid II, meski Archandra harus terpental dari kabinet karena kewarganegaraan ganda.

Dia menilai kritik SBY yang disampaikan secara langsung merupakan sinyal positif bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. Menurut dia, mengkritik secara langsung dinilai lebih berani ketimbang di dunia maya.

"Kritik SBY ini merupakan pesan kepada publik bahwa SBY dan demokrat belum 'habis'. Kritik SBY sebagai peneguh eksistensi demokrat sebagai partai yang peduli terhadap persoalan-persoalan publik," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Terima...
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Filipina
Presiden Jokowi Tinjau...
Presiden Jokowi Tinjau Vaksin di Papua Barat
Presiden Hadiri Muktamar...
Presiden Hadiri Muktamar Rabithan Melayu-Banjar
3.048 Personel Gabungan...
3.048 Personel Gabungan TNI dan Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Presiden ke Papua
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding 'Adili Jokowi' di Sudut Kota Jakarta
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding Adili Jokowi Kembali Hebohkan Sudut Kota Jakarta
Berita Terkini
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved