KPU Serahkan Penentuan Sistem Pemilu pada DPR dan Pemerintah

Selasa, 23 Agustus 2016 - 15:41 WIB
KPU Serahkan Penentuan...
KPU Serahkan Penentuan Sistem Pemilu pada DPR dan Pemerintah
A A A
JAKARTA - Saat ini muncul sejumlah wacana agar sistem pemilihan umum (Pemilu) kembali diubah menjadi proporsional tertutup. Menanggapi hal itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku penyelenggara pemilu tidak ingin berkomentar lebih jauh dan menyerahkan sepenuhnya pada pembuat undang-undang (UU) yakni pemerintah dan DPR.

“KPU akan batasi diri. Apapun sistem pemilunya kami akan laksankaan sebagai penyelenggara,” ujar Ketua KPU Juri Ardiantoro di sela Asian Electoral Stakeholder Forum (AESF) III di Kuta, Bali Selasa (23/8/2016).

Menurut Juri, setiap sistem secara teknis mempunyai kompleksitasnya sendiri di lapangan. Pemerintah maupun DPR mempunyai pandangannya sendiri. “Tergantung kepentingan mereka untuk mengikuti pemilu,” kata Juri.

Juri hanya mengingatkan apabila terjadi perubahan pada sistem kepemiluan, maka waktunya harus cukup bagi penyelenggara pemilu untuk mengadaptasikan diri. “Jangan diputuskan menjelang pelaksanaan pemilu, ini butuh waktu yang cukup untuk disosialisaikan secara masif,” tambahnya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini berharap, pembahasan revisi UU pemilu mendatang tidak hanya berbicara pada kepentingan partai politik semata, tapi juga menyangkut kepentingan publik dan penyelenggara. Kalaupun sampai pada rencana perubahan sistem, maka diharapkan keputusannya bisa dilakukan dalam waktu yang cepat.

“Karena ini erat kaitannya dengan adaptasi terhadap sistem. Kalau tergesa-gesa tidak baik, tapi jangan terlambat juga karena akan mengganggu persiapan,” kata Titi.

Meski demikian, Titi tetap berpandangan bahwa dengan sistem terbuka saat ini sudah tepat untuk mengakomodir hak pemilih meskipun memang perlu ada perbaikan. “Sistem proporsional terbuka yang paling rasional, sistem ini yang paling bisa menjembatani konstituen dengan wakil rakyat, karena dia representasi akuntabel,” tutur Titi.
(kri)
Berita Terkait
Luncurkan Tahapan Pemilu...
Luncurkan Tahapan Pemilu 2024, KPU Minta Semua Pihak Bantu Sukseskan Pemilu
Sirekap Ngebug, Warganet...
Sirekap Ngebug, Warganet Skeptis dengan Kemampuan Tim IT KPU
Punya Harta Rp9 Miliar,...
Punya Harta Rp9 Miliar, Intip Isi Garasi Ketua KPU Hasyim Asy'ari
Profil 14 Calon Anggota...
Profil 14 Calon Anggota KPU, Petahana hingga Pegiat Pemilu
4 Nama Berkonsultasi...
4 Nama Berkonsultasi Serius ke KPU DKI Terkait Maju Cagub Jakarta Jalur Independen
Diduga Ada Kecurangan...
Diduga Ada Kecurangan Hitung Suara Sirekap, Ini Daftar Link Lapornya
Berita Terkini
Jaksa Agung Minta Maaf...
Jaksa Agung Minta Maaf ke Publik, Sebut Kasus Eks Jampidus Jadi Momentum Berbenah
DPR Usul Kemenhaj Bentuk...
DPR Usul Kemenhaj Bentuk BLU untuk Kelola Asrama Haji
Diduga Langgar Etik,...
Diduga Langgar Etik, Ketua KPU RI Dilaporkan ke DKPP Terkait Pembiaran Dokumen Ijazah Jokowi
Ketua Harian DPP Partai...
Ketua Harian DPP Partai Ummat: Harlah PKB Momentum Rekonsiliasi Politik Nasional
Penyidikan Kasus Bupati...
Penyidikan Kasus Bupati Rejang Lebong Meluas ke Bengkulu, Ini Alasan KPK
Menlu Sugiono Bertemu...
Menlu Sugiono Bertemu Menteri Palestina, Tegaskan Dukungan Kemerdekaan dan Rekonstruksi Gaza
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved