WNI Kembali Disandera, DPR Curiga Filipina Sedang Lemah
Senin, 08 Agustus 2016 - 14:22 WIB
WNI Kembali Disandera, DPR Curiga Filipina Sedang Lemah
A
A
A
JAKARTA - Belum direalisasikannya kesepakatan Indonesia, Malaysia dan Filipina mengamankan titik-titik rawan penculikan dikritik Anggota Komisi I DPR Elnino M Husein Mohi.
Hingga saat ini patroli bersama sebagaimana disepakati tiga negara itu belum juga direalisasikan. Elnino menyoroti kesungguhan Pemerintah Filipina terkait belum direalisasikannya kesepakatan patroli bersama itu.
"Kita mesti menuntut Filipina untuk menjalankan itu secara benar," ujar Elnino di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/8/2016). (Baca juga: Warga Negara Indonesia Diculik di Perairan Sabah)
Dia khawatir Pemerintah Filipina merasa gengsi untuk merealisasikan kesepakatan tersebut. Padahal, kata dia, bisa jadi negara itu sedang dalam kondisi lemah atau tidak mampu menghadapi kelompok penculik.
"Bilangnya masih kuat, mestinya dia ngakui bahwa dia enggak mampu, kalau dia enggak mampu, kita bantu, kan boleh dong kita bantu dia," ujarnya. (Baca juga: Kesepakatan RI, Malaysia, dan Filipina Amankan Kawasan Cuma Retorika)
Adapun kesepakatan patroli bersama itu tercapai dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, Menhan Filipina Voltaire Gazmin dan Menhan Malaysia Hishammuddin Hussein, Kamis 5 Mei 2016 lalu.
Informasi terbaru, seorang WNI bernama Herman bin Manggak diculik dari wilayah Kinabatangan, Sabah, Malaysia yang berbatasan dengan Laut Filipina.
Elnino yakin Pemerintah Indonesia memiliki kemampuan untuk membebaskan para tawanan. "Serahkan kepada Badan Intelijen Negara. Badan Intelijen tahu mana yang terbaik," katanya.
Hingga saat ini patroli bersama sebagaimana disepakati tiga negara itu belum juga direalisasikan. Elnino menyoroti kesungguhan Pemerintah Filipina terkait belum direalisasikannya kesepakatan patroli bersama itu.
"Kita mesti menuntut Filipina untuk menjalankan itu secara benar," ujar Elnino di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/8/2016). (Baca juga: Warga Negara Indonesia Diculik di Perairan Sabah)
Dia khawatir Pemerintah Filipina merasa gengsi untuk merealisasikan kesepakatan tersebut. Padahal, kata dia, bisa jadi negara itu sedang dalam kondisi lemah atau tidak mampu menghadapi kelompok penculik.
"Bilangnya masih kuat, mestinya dia ngakui bahwa dia enggak mampu, kalau dia enggak mampu, kita bantu, kan boleh dong kita bantu dia," ujarnya. (Baca juga: Kesepakatan RI, Malaysia, dan Filipina Amankan Kawasan Cuma Retorika)
Adapun kesepakatan patroli bersama itu tercapai dalam pertemuan antara Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu, Menhan Filipina Voltaire Gazmin dan Menhan Malaysia Hishammuddin Hussein, Kamis 5 Mei 2016 lalu.
Informasi terbaru, seorang WNI bernama Herman bin Manggak diculik dari wilayah Kinabatangan, Sabah, Malaysia yang berbatasan dengan Laut Filipina.
Elnino yakin Pemerintah Indonesia memiliki kemampuan untuk membebaskan para tawanan. "Serahkan kepada Badan Intelijen Negara. Badan Intelijen tahu mana yang terbaik," katanya.
(dam)