Prestasi Minim, Jaksa Agung Dinilai Banyak Munculkan Polemik
Selasa, 26 Juli 2016 - 17:02 WIB
Prestasi Minim, Jaksa Agung Dinilai Banyak Munculkan Polemik
A
A
A
JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) selama ini lebih banyak memunculkan polemik ketimbang prestasinya dalam penegakan hukum. Salah satu contohnya, Kejagung beberapa kali kalah di pengadilan dalam proses hukum.
Pakar hukum pidana Chairul Huda menyebutkan, dalam perkara yang melibatkan Dahlan Iskan, Kejagung kalah dalam sidang praperadilan. Dia menambahkan, salah satu kasus lainnya adalah Kejagung tidak tuntas dalam menangani kasus papa minta saham.
"Menersangkakan tapi kalah di praperadilan," ujar Chairul, Jakarta, Selasa (26/7/2016).
Menurutnya Kejagung selama ini melakukan penahanan terhadap tersangka dalam kasus baru didasari semangat pencitraan kepada publik. Bahkan, kata dia, melakukan penahanan dalam kasus baru bermotif untuk menutupi kasus lainnya. (Baca: Ini Persiapan Kejagung Laksanakan Eksekusi Terpidana Mati Jilid III)
Misalnya, lanjut dia kasus Bank Century, kasus dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan kasus besar lainnya yang sudah lama mangkrak. "Ke mana? Satu lagi, eksekusi mati saja tidak jelas jadwalnya dan terlihat dapat tekanan dari asing," ucapnya.
Pakar hukum pidana Chairul Huda menyebutkan, dalam perkara yang melibatkan Dahlan Iskan, Kejagung kalah dalam sidang praperadilan. Dia menambahkan, salah satu kasus lainnya adalah Kejagung tidak tuntas dalam menangani kasus papa minta saham.
"Menersangkakan tapi kalah di praperadilan," ujar Chairul, Jakarta, Selasa (26/7/2016).
Menurutnya Kejagung selama ini melakukan penahanan terhadap tersangka dalam kasus baru didasari semangat pencitraan kepada publik. Bahkan, kata dia, melakukan penahanan dalam kasus baru bermotif untuk menutupi kasus lainnya. (Baca: Ini Persiapan Kejagung Laksanakan Eksekusi Terpidana Mati Jilid III)
Misalnya, lanjut dia kasus Bank Century, kasus dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan kasus besar lainnya yang sudah lama mangkrak. "Ke mana? Satu lagi, eksekusi mati saja tidak jelas jadwalnya dan terlihat dapat tekanan dari asing," ucapnya.
(kur)