Polri Tak Bisa Pastikan Beredarnya Foto Tewas Diduga Santoso
Selasa, 19 Juli 2016 - 15:40 WIB
Polri Tak Bisa Pastikan Beredarnya Foto Tewas Diduga Santoso
A
A
A
JAKARTA - Pimpinan kelompok bersenjata pimpinan Santoso diduga telah tewas dalam baku tembak dengan satuan tugas Operasi Tinombala. Baru beberapa jam kabar tersebut berhembus, foto jenazah diduga Santoso sudah banyak beredar di jejaring media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menuturkan tidak mengetahui keabsahan foto yang telah beredar.
Karena diakui Boy, Mabes Polri hingga saat ini juga belum dapat memastikan apakah yang tewas dalam baku tembak itu adalah Santoso. "Kami belum tahu yang beredar di medsos apakah rekayasa, tapi tentu harus diperhatikan dulu," kata Boy Rafli di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/7/2016).
(Baca: Polri Belum Bisa Pastikan 100 Persen Jenazah Adalah Santoso)
Boy menjelaskan, untuk dipastikan kebenarannya maka jenazah nantinya akan dibandingkan dengan data yang telah dimiliki Polri, karena sebelumnya Santoso sudah pernah ditahan pada tahun 2005.
"Yang terkini nanti dari pihak keluarga, ayah atau ibu sedang diupayakan pembanding. Yang penting menghadirkan jenazah dulu," jelas Boy.
Evakuasi kedua jenazah diprediksi akan menggunakan helikopter karena bila menggunakan jalur darat akan memakan waktu hingga empat jam. Setelah dievakuasi jenazah akan langsung diidentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkari, Palu.
"Rencananya akan diupayakan pakai helikopter. Tapi kalau cuaca mendukung, apabila cuaca tidak mendukung akan dibawa menggunakan jalan kaki dengan waktu empat jam," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menuturkan tidak mengetahui keabsahan foto yang telah beredar.
Karena diakui Boy, Mabes Polri hingga saat ini juga belum dapat memastikan apakah yang tewas dalam baku tembak itu adalah Santoso. "Kami belum tahu yang beredar di medsos apakah rekayasa, tapi tentu harus diperhatikan dulu," kata Boy Rafli di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (19/7/2016).
(Baca: Polri Belum Bisa Pastikan 100 Persen Jenazah Adalah Santoso)
Boy menjelaskan, untuk dipastikan kebenarannya maka jenazah nantinya akan dibandingkan dengan data yang telah dimiliki Polri, karena sebelumnya Santoso sudah pernah ditahan pada tahun 2005.
"Yang terkini nanti dari pihak keluarga, ayah atau ibu sedang diupayakan pembanding. Yang penting menghadirkan jenazah dulu," jelas Boy.
Evakuasi kedua jenazah diprediksi akan menggunakan helikopter karena bila menggunakan jalur darat akan memakan waktu hingga empat jam. Setelah dievakuasi jenazah akan langsung diidentifikasi di Rumah Sakit Bhayangkari, Palu.
"Rencananya akan diupayakan pakai helikopter. Tapi kalau cuaca mendukung, apabila cuaca tidak mendukung akan dibawa menggunakan jalan kaki dengan waktu empat jam," tambahnya.
(maf)