Soal Reshuffle Kabinet, Jokowi Diminta Beri Kepastian
Minggu, 17 Juli 2016 - 09:48 WIB
Soal Reshuffle Kabinet, Jokowi Diminta Beri Kepastian
A
A
A
JAKARTA - Partai Hanura angkat bicara soal wacana perombakan (reshuffle) kabinet yang kembali mencut setelah bergabungnya Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Golkar ke barisan pemerintah.
Ketua DPP Partai Hanura Syarifuddin Sudding mengatakan, pihaknya tidak masalah jika Presiden Joko Widodo melakukan perombakan kabinet. Namun, hendaknya Presiden segera memberi kepastian agar tidak timbul kegaduhan.
"Jika memang akan dilakukan hendaknya tidak membuat gaduh. Presiden Jokowi harus memberikan kepastian kapan akan melakukan reshuffle," kata Sudding di Jakarta, Minggu (17/7/2016).
Sudding menuturkan, kepastian waktu perombakan kabinet perlu diungkapkan Presiden agar para menteri dapat bekerja dengan maksimal.
Tidak dipungkiri, kata dia, isu perombakan kabinet yang terus bergulir justru akan menganggu kinerja para pembantu Presiden.
"Lebih bagus Presiden Jokowi memberikan kepastian waktu reshuffle, supaya para pembantu presiden bekerja dengan tenang. Kalau tidak ada kepastian menteri akan diliputi kegalauan dan akhirnya bekerja tidak efektif," kata Sudding.
Sudding menegaskan, pihaknya tidak masalah jika menteri yang berasal dari Hanura dicopot. Namun, hal itu harus berdasarkan penilaian kinerja dari para menteri.
"Presiden harus lakukan evaluasi dahulu. Kita nothing to lose. Kita dalam rangka membantu presiden menjalankan programnya untuk kesejahteraan rakyat," ucapnya.
Ketua DPP Partai Hanura Syarifuddin Sudding mengatakan, pihaknya tidak masalah jika Presiden Joko Widodo melakukan perombakan kabinet. Namun, hendaknya Presiden segera memberi kepastian agar tidak timbul kegaduhan.
"Jika memang akan dilakukan hendaknya tidak membuat gaduh. Presiden Jokowi harus memberikan kepastian kapan akan melakukan reshuffle," kata Sudding di Jakarta, Minggu (17/7/2016).
Sudding menuturkan, kepastian waktu perombakan kabinet perlu diungkapkan Presiden agar para menteri dapat bekerja dengan maksimal.
Tidak dipungkiri, kata dia, isu perombakan kabinet yang terus bergulir justru akan menganggu kinerja para pembantu Presiden.
"Lebih bagus Presiden Jokowi memberikan kepastian waktu reshuffle, supaya para pembantu presiden bekerja dengan tenang. Kalau tidak ada kepastian menteri akan diliputi kegalauan dan akhirnya bekerja tidak efektif," kata Sudding.
Sudding menegaskan, pihaknya tidak masalah jika menteri yang berasal dari Hanura dicopot. Namun, hal itu harus berdasarkan penilaian kinerja dari para menteri.
"Presiden harus lakukan evaluasi dahulu. Kita nothing to lose. Kita dalam rangka membantu presiden menjalankan programnya untuk kesejahteraan rakyat," ucapnya.
(dam)