Golkar Akui Incar Dua Kursi Menteri

Jum'at, 15 Juli 2016 - 18:21 WIB
Golkar Akui Incar Dua...
Golkar Akui Incar Dua Kursi Menteri
A A A
JAKARTA - Partai Golkar mengakui membidik dua kursi menteri pada Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla. Adapun kursi kabinet yang diincar partai berlambang pohon beringin itu, yakni menteri di bidang perekonomian dan menteri terkait pembangunan daerah.

"‎Kita sih maunya ekonomi dan desa. Mengurus rakyat kan di desa, menyejahterakan rakyat dari ekonomi. Kalau boleh milih," ujar Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/7/2016).

Kendati demikian, dia menegaskan semuanya bergantung kepada Jokowi. Sebab perombakan atau reshuffle kabinet merupakan kewenangan Presiden. Bowo menilai wajar jika partainya diberi jatah kursi menteri seandainya Jokowi memutuskan melakuan reshuffle kabinet.

Seperti diketahui, Partai yang dipimpin oleh Setya Novanto ini telah menyatakan menjadi pendukung pemerintah. "Saya yakin Golkar dapat jatah menteri di kabinet Jokowi. ‎Tapi siapa orangnya, biar Pak Jokowi yang tentukan," ucap anggota Komisi VI DPR ini.

Di samping itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dianggapnya layak kena reshuffle. Hal itu dikatakan Bowo ‎agar komunikasi antara parlemen dan Kementerian BUMN kembali efektif. ‎"DPR sudah ada keputusan Pansus Pelindo, kita minta agar Bu Rini diganti. Mudah-mudahan presiden dengar DPR (komunikasi bisa lebih efektif)," ungkapnya.

Selama Rini menjabat Menteri BUMN, kata dia, hubungan antara kementerian tersebut dengan Komisi VI DPR kurang baik. Kondisi tersebut dinilainya memengaruhi kinerja kementerian BUMN karena DPR menolak kehadiran Rini dalam rapat kerja di Komisi VI.

"Kemarin kan (rapat) diwakilkan Men‎keu (Bambang Brodjonegoro). Apakah mau sampai akhir pemerintahan, Kementerian BUMN hanya diwakili?" ucapnya.

Di samping itu, ‎Menteri Perdagangan Thomas Lembong dianggapnya juga perlu diganti. Lembong dianggapnya ‎tidak mampu menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadhan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 2016.

"Artinya kan pemerintah gagal. Harapan kami mudah-mudahan presiden segera evaluasi menteri perdagangan. ‎Saya yakin Presiden akan ambil ketulusan yang baik," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Soal Isu Jokowi Jadi...
Soal Isu Jokowi Jadi Ketum Golkar, JK: Jadi Pengurus Ada Aturannya
Soal Isu Jokowi Jadi...
Soal Isu Jokowi Jadi Ketum Partai Golkar, JK: Tak Penuhi Syarat
JK Sebut Jadi Ketua...
JK Sebut Jadi Ketua Umum Golkar Butuh Modal hingga Rp600 Miliar
Jokowi-Gibran Disebut...
Jokowi-Gibran Disebut Masuk Golkar, JK: Semua Bisa Masuk, Partai Terbuka
JK Ungkit Peran dalam...
JK Ungkit Peran dalam Karier Politik Jokowi, Begini Komentar Sekjen Golkar
Misbakhun Ingatkan Para...
Misbakhun Ingatkan Para Menteri Tangkap Spirit Pidato Kenegaraan Jokowi
Berita Terkini
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved