Reaksi Kakak Sanusi Terkait Penetapan Adiknya Jadi Tersangka TPPU

Selasa, 12 Juli 2016 - 13:05 WIB
Reaksi Kakak Sanusi...
Reaksi Kakak Sanusi Terkait Penetapan Adiknya Jadi Tersangka TPPU
A A A
JAKARTA - Kakak kandung tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Mohamad Sanusi yaitu Muhammad Taufik mengaku belum mendapat kabar terkait penetapan tersangka adiknya itu.

Namun, dirinya mengatakan, jika KPK menetapkan seseorang menjadi tersangka bukan main-main. Sudah melalui tahapan penyelidikan yang mendalam.

"Saya kira, KPK enggak sedang mencari-cari (kesalahan) lah. KPK sudah menjalani mekanismenya sesuai yang peraturan yang berlaku," ujar Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (12/7/2016).

Sebagai keluarga, Taufik mengaku bisa menerima apapun keputusan yang ditetapkan KPK. Apalagi, jika keputusan ini sesuai dengan mekanisme yang ada.

"Jadi silakan saja, asalkan sesuai mekanisme," kata Taufik.

Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD dari Fraksi Partai Gerindra yang sudah mengundurkan diri Mohama‎d Sanusi terancam dimiskinkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ihwal ini akan terjadi setelah KPK resmi mengumumkan penetapan Sanusi sebagai tersangka TPPU.

‎Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha menyatakan, berdasarkan hasil pengembangan penyidikan ‎kasus dugaan suap pembahasan dua rancangan peraturan daerah (raperda) reklamasi dan zonasi Pantai dan Teluk Jakarta dan hasil gelar perkara (ekspose) akhir KPK resmi menetapkan Mohamad Sanusi sebagai tersangka pencucian uang.

Sanusi diduga secara aktif melakukan perbuatan TPPU di antaranya berupa menempatkan, mentransfer, membelanjakan, membayar, mengalihkan harta kekayaan diketahui dari tindak pidana korupsi dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul dan sumber uang tersebut.

"Sprindik (surat perintah penyidikan) TPPU tersangka MNS sebagai anggota DPRD DKI Jakarta 2014-2019 ditandatangani (pimpinan KPK) pada 30 Juni 2016 ," kata Priharsa saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Atas perbuatannya, Sanusi disangkakan melanggar Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-undang (UU) Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU jo Pasal 55 Ayat (1) ke-(1) KUHP.

Priharsa melanjutkan, penyidik sudah melakukan penyitaan sejumlah aset atau harta kekayaan Sanusi terkait perkara TPPU. "Yang sudah disita di antaranya barang bergerak, mobil, dan uang. Informasi detail saya belum dapat, nanti saya tanya ke penyidik," bebernya.
(kri)
Berita Terkait
DKI Sebut Pagar Laut...
DKI Sebut Pagar Laut Sepanjang 500 Meter di Seberang Pulau C Reklamasi Sudah Dihentikan
Kerumunan di Pantai...
Kerumunan di Pantai Reklamasi PIK, Warganet: Maaf Corona Gak Berani Masuk Pantai Indah Kapuk
Satpol PP Segel Pantai...
Satpol PP Segel Pantai Reklamasi PIK Gara-gara Kerumunan
Reklamasi Pantai Tanpa...
Reklamasi Pantai Tanpa Izin, PT PAN Didenda Miliaran Rupiah
Wisata Pasir Putih Pantai...
Wisata Pasir Putih Pantai Reklamasi
Debat Sengit Aktivis...
Debat Sengit Aktivis Jakarta, Reklamasi Ancol Harus Hasilkan Pantai Publik
Berita Terkini
Pemilik Dolar dan Emas...
Pemilik Dolar dan Emas 74 Kg Bakal Ajukan Gugatan, Pengacara Don Ritto: Secepat-cepatnya
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved