Omongan Menteri Agama Soal Takbir Keliling Dikritik PPP

Selasa, 05 Juli 2016 - 15:34 WIB
Omongan Menteri Agama...
Omongan Menteri Agama Soal Takbir Keliling Dikritik PPP
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Humprey Djemat‎ menilai omongan Menteri Agama (Menang) Lukman Hakim Saifuddin soal takbir keliling salah besar. Takbir keliling bukanlah ajang foya-foya, tapi merupakan ungkapan haru dengan memanjat asma Allah SWT.

"Takbir itu mengumandangkan dan menyucikan nama Allah SWT. ‎Jadi, tidak ada relevansi foya-foya, hura-hura dengan takbir keliling di malam Idul Fitri," ujar dia lewat rilis yang diterima Sindonews, Selasa (5/7/2016).

Apalagi, lanjut Humprey, kondisi ekonomi nasional sedang morat-marit. Sehingga tidak mungkin warga berfoya-foya di malam yang suci.

"‎Menteri Lukman melakukan pencitraan yang keblinger. Ini sama saja dengan menyakiti dan menekan umat Islam," tegas Humprey yang juga praktisi hukum ini.

Apalagi, dari pihak keamanan siap mengawal takbir akbar. Adalah Polda Metro Jaya yang berjanji mengawal takbir keliling. "Polisi saja siap mengawal. Mereka menghargai pihak-pihak yang mau merayakan hari kemenangan asal tertib," sambungnya.

Sementara itu, Kyai kharismatik Jatim Nurun Tajalla juga mempertanyakan sikap menag tersebut. Kata dia, takbir keliling adalah bentuk syiar Islam, adal dilakukan dengan tidak menggangu jalan, dan sesuai dengan aturan yang ada.

"Tidak masalah syiar takbir keliling, asal tidak menggangu jalan. Apalagi dari dulu, dari zaman Presiden Soeharto, tidak ada larangan soal takbir keliling, bahkan difasilitasi."

"Kalau sekarang ada tekanan untuk tidak melakukan takbir keliling, itu patut dipertanyakan," tandasnya.

Sebelumnya, Menag Lukman Hakim Saifuddin meminta perayaan takbir sebagai wujud menyambut Idul Fitri tidak dilakukan secara hura-hura, kemewahan, dan mengganggu ketertiban umum. Dia mengimbau, malam takbir dilaksanakan secara khidmat.

"Saya pikir akan lebih baik kalau takbiran itu bisa dilakukan dengan khidmat," kata Lukman di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Senin 4 Juli 2016.

Lukman memahami, sebagian kalangan anak muda khususnya ingin merayakan malam takbir dengan meriah. Akan tetapi, yang harus diperhatikan tidak boleh melanggar hukum seperti menutup jalan atau mengganggu pengendara jalan lainnya yang sedang melintas.

"Dalam batas wajar bisa ditolelir, tapi kalau sampai menyetop, menutup jalan raya dan sebagainya, konvoi mungkin lebih baik dengan cara lebih maslahat," ucap Lukman.
(kri)
Berita Terkait
Hari Raya Idul Fitri,...
Hari Raya Idul Fitri, Tetap Bahagia dalam Pembatasan
Bacaan Takbir Idul Fitri...
Bacaan Takbir Idul Fitri Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Idul Fitri: Salah Satu...
Idul Fitri: Salah Satu Pengganti Hari Raya Masa Jahiliyah
Sambut Hari Raya Idul...
Sambut Hari Raya Idul Fitri dengan Midnight Sale
Rayakan Hari Raya Idul...
Rayakan Hari Raya Idul Fitri Bersama Keluarga lewat Program Spesial di MNCTV
Cara Nabi Muhammad SAW...
Cara Nabi Muhammad SAW Merayakan Hari Raya Idul fitri
Berita Terkini
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved