Indonesia dan Dua Negara Perkuat Kerja Sama Maritim

Selasa, 21 Juni 2016 - 16:17 WIB
Indonesia dan Dua Negara...
Indonesia dan Dua Negara Perkuat Kerja Sama Maritim
A A A
JAKARTA - Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu telah menghadiri pertemuan trilateral bersama dengan Menhan Philipina Gazmin T Voltaire dan Menhan Malaysia Dato Hishamuddin di Manila, Filipina, Senin 20 Juni 2016.

Pertemuan trilateral ini digelar sebagai tindak lanjut pertemuan pertama antara Menhan RI, Menhan Philipina dan Menhan Malaysia di sela-sela kegiatan ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM) pada bulan Mei lalu.

Pertemuan tersebut untuk membahas tindak lanjut kesepakatan ketiga negara terkait kerja sama pengamanan wilayah maritim di sekitar Sulawesi, Zamboanga, dan Sulu.

Melalui pertemuan tersebut, Indonesia, Filipina dan Malaysia ingin merealisasikan implementasi kerja sama praktis di lapangan secara terkoordinasi dalam menghadapi tantangan keamanan perairan perbatasan. Adapun bentuk kerja samanya, yakni patroli maritim bersama yang terkoordinasi.

Berdasarkan siaran pers dari Kementerian Pertahanan yang diterima Sindonews Selasa (21/6/2016), ada beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Adapun pertemuan itu meliputi implementasi patroli maritim trilateral melalui percepatan penandatanganan kerangka kerja sama (Framework of Arrangement /FoA) dan harmonisasi antara kegiatan patroli dan pertukaran informasi dan intelijen, rencana latihan gabungan di laut dan pembentukan posko militer bersama (PMB).

Menhan Ryamizard Ryacudu dalam pertemuan tersebut menegaskan bahwa Indonesia akan terus meningkatkan peran dan kontribusinya bagi perdamaian dan kemajuan di kawasan ASEAN.

Ryamizard juga menyampaikan beberapa pandangannya terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan ketiga negara untuk menghadapi situasi keamanan maritim.

Dia menggarisbawahi pentingnya Indonesia, Malaysia dan Filipina untuk merealisasikan implementasi kerja sama trilateral dalam kerja sama praktis di lapangan secara terkoordinasi.

“Saya yakin bahwa komitmen bersama yang telah dihasilkan antara ketiga negara akan semakin memperkuat kerja sama pertahanan dalam mewujudkan stabilitas dan kemananan di kawasan,” tuturnya.

Dia berharap, hubungan pertahanan ke depan tidak boleh menjadi surut. Sebaliknya, hubungan tersebut harus selalu baik demi terciptanya hubungan politik yang harmonis.

"Mengingat ke depan militer akan tetap menjadi instrumen penting dalam membangun kolaborasi dalam mewujudkan sebuah perdamaian, keamanan dan stabilitas baik skala nasional, regional maupun internasional," tulis siaran pers Kementerian Pertahanan.

Turut mendampingi Menhan RI dalam pertemuan tersebut antara lain Dirjen Strahan Kemhan Mayor Jenderal TNI Dr Yoedhi Swastanto, MBA. Kepala Badan Instalasi Strategis Nasional Mayor Jenderal TNI Paryanto, Asintel Panglima TNI Mayor Jenderal (Mar) Farid Washington dan Waasops Panglima TNI Laksma TNI Harjo Susmoro.
(dam)
Berita Terkait
Konjen Singapura Datangi...
Konjen Singapura Datangi Batam, Bahas Keamanan Laut Perbatasan Indonesia-Singapura
Antisipasi Kejahatan...
Antisipasi Kejahatan di Laut Indonesia, Bakamla Gelar Patroli Bersama di Perbatasan
Jaga Perbatasan dari...
Jaga Perbatasan dari Penyelundupan, Bea Cukai Aceh Gelar Patroli Laut
Patkor Kastima Komitmen...
Patkor Kastima Komitmen Lindungi dan Jaga Perbatasan Laut Indonesia-Malaysia
450 Prajurit Yonif 407/PK...
450 Prajurit Yonif 407/PK Tegakkan Kedaulatan NKRI di Perbatasan RI-Malaysia
Pos Satgas Pulau Sekatung...
Pos Satgas Pulau Sekatung Belum Miliki Sarana Memadai untuk Personel TNI Operasi Pengamanan
Berita Terkini
Pemerintah Serahkan...
Pemerintah Serahkan 112 DIM RUU Polri ke Komisi III DPR
Dharma Pongrekun Minta...
Dharma Pongrekun Minta MK Kaji Ulang UU Kesehatan Demi Jaga Kedaulatan Bangsa
Selain Penjara 4,5 Tahun,...
Selain Penjara 4,5 Tahun, Eks Wamenaker Noel Diminta Bayar Uang Pengganti Rp3,4 Miliar
Ribuan Pekerja Rokok...
Ribuan Pekerja Rokok Tembakau Tolak Rancangan Aturan Kemasan Kemenkes
Divonis 4,5 Tahun Penjara...
Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Ganti Pengganti Rp3,4 Miliar, Noel: Saya Menerima Hukuman Itu
GREAT Institute Dorong...
GREAT Institute Dorong Program MBG Tetap Berjalan dan Semakin Berkualitas
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved