Isu Komunisme Dinilai Benamkan Propaganda Pengungkapan Tragedi 65

Selasa, 17 Mei 2016 - 03:30 WIB
Isu Komunisme Dinilai...
Isu Komunisme Dinilai Benamkan Propaganda Pengungkapan Tragedi 65
A A A
JAKARTA - Imparsial menilai isu paham komunisme yang tengah berkembang di masyarakat saat ini sengaja dilakukan untuk membenamkan propaganda pengungkapan tragedi 1965.

"Setiap ada upaya mengungkap kasus kejahatan 1965, selalu ada counterpropaganda terkait dengan kebangkitan komunisme. Ini sesutu yang tidak baik dan tidak sehat," ujar Direktur Imparsial Al Araf di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Senin (16/5/2016).

Apalagi, kata Al Araf, penindakan tentang paham komunisme dilakukan secara berlebihan dan tidak proporsional karena melibatkan pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Beberapa Kodim misalnya ikut serta. Perlu dicatat, tentara setelah reformasi tidak boleh diizinkan melakukan penangkapan karena itu bukan kewenangan dia. Apalagi sampai sweeping dan penyitaan," ucapnya.

Ia melihat, pasca reformasi fungsi TNI adalah sebagai alat pertahanan negara. Sementara fungsi Kamtibmas diserahkan sepenuhnya kepada jajaran kepolisian. Menurutnya, sesuai Undang-undang TNI, tentara bisa terlibat dalam rangka memerangi terorisme.

Meski kepolisian memiliki kewenangan dalam hal Kamtibmas, namun dalam isu komunisme diminta secara jelas penangannya. "Seperti belokkirifest, menurut saya itu bukan bagian dari menyebarkan komunisme, tapi itu bagian dari kebebasan berpikir. Toh ruangnya terbuka publik, semua orang boleh mendengar, mngkritik, suka atau enggak suka, bukan tertutup sehingga terkesan membangun paham komunisme," pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Aksi Solidaritas Korban...
Aksi Solidaritas Korban untuk Keadilan
Aksi Kamisan ke-766
Aksi Kamisan ke-766
Pemerintah Akui Adanya...
Pemerintah Akui Adanya Pelanggaran HAM Berat
Presiden Jokowi Sorot...
Presiden Jokowi Sorot dan Akui Pelanggaran HAM di Masa Lalu
Komnas HAM Sebut Polri...
Komnas HAM Sebut Polri Jadi Instansi Paling Sering Diadukan Soal Pelanggaran HAM
Aksi Kamisan ke-792,...
Aksi Kamisan ke-792, Desak Pemerintah Jamin Penegakan HAM
Berita Terkini
Hari Anak Nasional ke-42,...
Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Febrie Adriansyah Mangkir...
Febrie Adriansyah Mangkir dari Pemeriksaan Kejagung, Dipanggil Ulang Besok
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Infografis
Kebakaran Los Angeles,...
Kebakaran Los Angeles, Tragedi Paling Parah dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved