Ical Minta Caketum Golkar yang Kalah Tak Membentuk Partai Baru
Kamis, 12 Mei 2016 - 17:02 WIB
Ical Minta Caketum Golkar yang Kalah Tak Membentuk Partai Baru
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) berharap seluruh Calon Ketua Umum (Caketum) Partai Golkar agar bertarung secara jantan. Di meminta semua calon harus siap menang dan siap kalah.
Ical mengatakan, semua caketum Golkar harus tetap memegang teguh kesepakatan untuk terus bersama Partai Golkar meski kalah dalam pertarungan Munaslub.
"Mereka buat kesepakatan untuk tidak masuk ke dalam partai lain atau membentuk partai baru," ujar Ical di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/5/2016).
Kata Ical, dalam beberapa kesempatan dirinya sudah menekankan agar yang kalah agar mendukung yang menang. Begitupun sebaliknya, yang menang bisa merangkul yang kalah. Hal itu akan membuat rekonsiliasi berjalan sukses.
"Bahwa sebetulnya kan kepengurusan sekarang ini berdasarkan MA, maupun Menkumham itu sah sampai 2019. Begitu," ungkapnya.
Hal lain juga ditekankan kepada para pendukung para Caketum Golkar. Menurut Ical, seluruh pendukung juga harus siap menang-kalah. Maka itu, para caketum harus mampu mengendalikan para pendukungnya.
"Namanya pendukung, kalau kepalanya siap menang, siap kalah berarti siap menang dan siap kalah, tidak ada masalah," pungkasnya.
Ical mengatakan, semua caketum Golkar harus tetap memegang teguh kesepakatan untuk terus bersama Partai Golkar meski kalah dalam pertarungan Munaslub.
"Mereka buat kesepakatan untuk tidak masuk ke dalam partai lain atau membentuk partai baru," ujar Ical di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (13/5/2016).
Kata Ical, dalam beberapa kesempatan dirinya sudah menekankan agar yang kalah agar mendukung yang menang. Begitupun sebaliknya, yang menang bisa merangkul yang kalah. Hal itu akan membuat rekonsiliasi berjalan sukses.
"Bahwa sebetulnya kan kepengurusan sekarang ini berdasarkan MA, maupun Menkumham itu sah sampai 2019. Begitu," ungkapnya.
Hal lain juga ditekankan kepada para pendukung para Caketum Golkar. Menurut Ical, seluruh pendukung juga harus siap menang-kalah. Maka itu, para caketum harus mampu mengendalikan para pendukungnya.
"Namanya pendukung, kalau kepalanya siap menang, siap kalah berarti siap menang dan siap kalah, tidak ada masalah," pungkasnya.
(kri)