Pengaruh Ical dan JK Dinilai Masih Kuat di Munaslub
Senin, 09 Mei 2016 - 21:17 WIB
Pengaruh Ical dan JK Dinilai Masih Kuat di Munaslub
A
A
A
JAKARTA - Hingga akhir masa pendaftaran pada pada Rabu 4 Mei 2016 terdapat delapan nama calon ketua umum (Ceketum) Partai Golkar yang telah menyerahkan berbagai persyaratan administratif. Mereka adalah Aziz Syamsuddin, Setya Novanto, Ade Komarudin, Mahyudin, Indra Bambang Utoyo, Airlangga Hartarto, Priyo Budi Santoso, dan Syahrul Yasin Limpo.
Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Public Policy Institute (IPPI) Agung Suprio, semua kandidat caketum Golkar berpeluang sama di Munaslub. Tidak ada figur yang dituakan dan memiliki modal yang besar untuk menjalankan kendaraan Partai Golkar.
Namun, ada faktor lain yang memengaruhi kandidat caketum yakni kedekatan dengan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai Ketua Umum saat ini dan Jusuf Kalla (JK) yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden.
"Sebagai Ketua saat ini Ical masih memiliki pengaruh. Demikian juga dengan JK, yang diketahui masih dituakan dalam partai ini," ujarnya melalui rilis yang diterima Sindonews, Senin (9/5/2016).
Sementara, Polster Kedai Kopi (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) Hendri Satrio menilai, saat ini dari delapan kandidat caketum yang ada, Setya Novanto paling berpeluang karena dicitrakan memiliki dana yang tidak terbatas. Bahkan, Istana juga dikabarkan lebih mendukung sosok Setya Novanto.
"Pertarungan soal kekuatan finansial ada di tiga kandidat, Setnov, Azis dan Airlangga. Nah, bila pertarungan ada di finansial maka ini akan menutup peluang caketum lain yang sedikit memiliki kekuatan finansial seperti Mahyudin, Indra, Syahrul atau Priyo. Tapi mudah-mudahan para pemegang hak suara tidak hanya memperhatikan Kekuatan finansial saja," jelas Hendri.
Saat ditanya peluang caketum lain yang juga Ketua DPR Ade Komarudin, Hendri menjawab singkat. "Dukungan untuk Akom (sebutan untuk Ade Komarudin) dari daerah besar tapi beliau pada posisi underdog," ucap Hendri.
Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Public Policy Institute (IPPI) Agung Suprio, semua kandidat caketum Golkar berpeluang sama di Munaslub. Tidak ada figur yang dituakan dan memiliki modal yang besar untuk menjalankan kendaraan Partai Golkar.
Namun, ada faktor lain yang memengaruhi kandidat caketum yakni kedekatan dengan Aburizal Bakrie (Ical) sebagai Ketua Umum saat ini dan Jusuf Kalla (JK) yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden.
"Sebagai Ketua saat ini Ical masih memiliki pengaruh. Demikian juga dengan JK, yang diketahui masih dituakan dalam partai ini," ujarnya melalui rilis yang diterima Sindonews, Senin (9/5/2016).
Sementara, Polster Kedai Kopi (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) Hendri Satrio menilai, saat ini dari delapan kandidat caketum yang ada, Setya Novanto paling berpeluang karena dicitrakan memiliki dana yang tidak terbatas. Bahkan, Istana juga dikabarkan lebih mendukung sosok Setya Novanto.
"Pertarungan soal kekuatan finansial ada di tiga kandidat, Setnov, Azis dan Airlangga. Nah, bila pertarungan ada di finansial maka ini akan menutup peluang caketum lain yang sedikit memiliki kekuatan finansial seperti Mahyudin, Indra, Syahrul atau Priyo. Tapi mudah-mudahan para pemegang hak suara tidak hanya memperhatikan Kekuatan finansial saja," jelas Hendri.
Saat ditanya peluang caketum lain yang juga Ketua DPR Ade Komarudin, Hendri menjawab singkat. "Dukungan untuk Akom (sebutan untuk Ade Komarudin) dari daerah besar tapi beliau pada posisi underdog," ucap Hendri.
(kri)