3 Alasan Kuat Airlangga Hartarto Paling Berpeluang Pimpin Golkar
Rabu, 04 Mei 2016 - 15:04 WIB
3 Alasan Kuat Airlangga Hartarto Paling Berpeluang Pimpin Golkar
A
A
A
JAKARTA - Lembaga Survei & Polling Indonesia (SPIN) melakukan riset telepolling terkait beberapa nama calon ketua umum (Caketum) Partai Golkar yang tengah aktif berkeliling mengunjungi berbagai daerah (DPD1/DPD2) sebagai pemegang hak suara Partai Golkar di Indonesia.
Hasilnya, nama Airlangga Hartarto (18,1%) mengungguli beberapa nama populer lainnya seperti Ade Komarudin (17,4%), Mahyudin (16,9%), Idrus Marham (15,5%), Azis Syamsuddin (14,7%), Priyo Budi Santoso (12,6%) dan Setya Novanto (4,8%).
Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif SPIN Igor Dirgantara yang juga Dosen Politik Universitas Jayabaya melalui rilis yang diterima Sindonews, Rabu (4/5/2016).
Menurut Igor, riset ini fokus menanyakan kepada responden terkait siapa figur caketum Partai Golkar yang dianggap paling punya integritas di mata publik dengan mempertimbangkan prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela (PDLT).
"Riset dilakukan, dalam rangka menyambut pelaksanaan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar akan digelar di Nusa Dua Bali, 15-17 Mei mendatang dengan agenda utama pemilihan ketua umum," kata Igor.
Igor menjelaskan, berdasarkan telepolling ini, sosok Airlangga Hartarto sangat berpeluang untuk menjadi ketum baru Partai Golkar dengan tiga alasan yang sangat kuat. Pertama, partai berlambang pohon beringin saat ini butuh seorang ketua umum yang bersih, punya gagasan baru membangun partai dengan rekam jejak tidak tercela. Sosok yang betul-betul tidak diragukan lagi, dari segi prestasi dan dedikasinya demi membawa Golkar pada semangat pembaharuan. "Semua ada pada diri AH," ucapnya.
Kedua, sebagai kader Golkar, Airlangga dinilai loyal, santun dan tidak punya masalah hukum, termasuk tidak pernah dipanggil KPK. Selama menjabat sebagai anggota DPR tiga periode dan pernah menjadi Ketua Komisi VII DPR, publik tidak pernah mendengar berita negatif tentang Airlangga dari aspek apapun. Sebagai pejabat publik, Airlangga juga senantiasa rutin melaporkan harta kekayaannya kepada yang berwenang.
Yang terakhir atau ketiga, Airlangga adalah caketum Partai Golkar berusia muda, sederhana, punya visi dan misi berani menolak politik uang dan mahar politik. Sebagai salah satu penggagas good governance, Airlangga punya kompetensi menularkan antipolitik transaksional ke dalam tubuh Golkar yang akan dipimpinnya jika terpilih.
"Itu sebabnya Airlangga berani melontarkan ide perwujudan 'desentralisasi wewenang' kepada DPD 1 dan DPD 2 untuk Partai Golkar," kata Igor.
Menurut Igor, riset dilakukan dengan cara telepolling dengan mengambil 500 responden secara acak dari buku telepon antara tanggal 25-30 April 2016 di 10 kota besar (Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Samarinda, Menado, Kendari, Kupang, dan Bali).
"Dengan tingkat kesalahan plus minus 4,5%, riset ini tidak mewakili populasi secara keseluruhan, namun bisa menggambarkan potret keinginan publik kelas menengah perkotaan yang memiliki telepon," tambah Igor.
Hasilnya, nama Airlangga Hartarto (18,1%) mengungguli beberapa nama populer lainnya seperti Ade Komarudin (17,4%), Mahyudin (16,9%), Idrus Marham (15,5%), Azis Syamsuddin (14,7%), Priyo Budi Santoso (12,6%) dan Setya Novanto (4,8%).
Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif SPIN Igor Dirgantara yang juga Dosen Politik Universitas Jayabaya melalui rilis yang diterima Sindonews, Rabu (4/5/2016).
Menurut Igor, riset ini fokus menanyakan kepada responden terkait siapa figur caketum Partai Golkar yang dianggap paling punya integritas di mata publik dengan mempertimbangkan prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela (PDLT).
"Riset dilakukan, dalam rangka menyambut pelaksanaan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Partai Golkar akan digelar di Nusa Dua Bali, 15-17 Mei mendatang dengan agenda utama pemilihan ketua umum," kata Igor.
Igor menjelaskan, berdasarkan telepolling ini, sosok Airlangga Hartarto sangat berpeluang untuk menjadi ketum baru Partai Golkar dengan tiga alasan yang sangat kuat. Pertama, partai berlambang pohon beringin saat ini butuh seorang ketua umum yang bersih, punya gagasan baru membangun partai dengan rekam jejak tidak tercela. Sosok yang betul-betul tidak diragukan lagi, dari segi prestasi dan dedikasinya demi membawa Golkar pada semangat pembaharuan. "Semua ada pada diri AH," ucapnya.
Kedua, sebagai kader Golkar, Airlangga dinilai loyal, santun dan tidak punya masalah hukum, termasuk tidak pernah dipanggil KPK. Selama menjabat sebagai anggota DPR tiga periode dan pernah menjadi Ketua Komisi VII DPR, publik tidak pernah mendengar berita negatif tentang Airlangga dari aspek apapun. Sebagai pejabat publik, Airlangga juga senantiasa rutin melaporkan harta kekayaannya kepada yang berwenang.
Yang terakhir atau ketiga, Airlangga adalah caketum Partai Golkar berusia muda, sederhana, punya visi dan misi berani menolak politik uang dan mahar politik. Sebagai salah satu penggagas good governance, Airlangga punya kompetensi menularkan antipolitik transaksional ke dalam tubuh Golkar yang akan dipimpinnya jika terpilih.
"Itu sebabnya Airlangga berani melontarkan ide perwujudan 'desentralisasi wewenang' kepada DPD 1 dan DPD 2 untuk Partai Golkar," kata Igor.
Menurut Igor, riset dilakukan dengan cara telepolling dengan mengambil 500 responden secara acak dari buku telepon antara tanggal 25-30 April 2016 di 10 kota besar (Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Samarinda, Menado, Kendari, Kupang, dan Bali).
"Dengan tingkat kesalahan plus minus 4,5%, riset ini tidak mewakili populasi secara keseluruhan, namun bisa menggambarkan potret keinginan publik kelas menengah perkotaan yang memiliki telepon," tambah Igor.
(kri)