Diprediksi Hanya Dua atau Tiga Calon Ketum Golkar
Minggu, 01 Mei 2016 - 14:38 WIB
Diprediksi Hanya Dua atau Tiga Calon Ketum Golkar
A
A
A
JAKARTA - Panitia Munaslub Partai Golkar telah mengundang 11 calon Ketua Umum (Ketum) Golkar. Dalam pertemuan tersebut, seluruh calon ketum akan diberikan penjelasan mulai dari proses pencalonan dan pemilihan, penjaringan bakal calon, sosialisasi dan kampanye, debat publik di stasiun TV, hingga pelaksanaan munaslub.
Menurut pakar politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya, pertemuan 11 calon tersebut tidak akan ada sesuatu pergerakan baru karena dinamika politik yang sesungguhnya dalam munaslub, baru akan terjadi di panggung belakang di antara dua atau tiga kandidat yang paling kuat.
"Deal-deal di antara kandidat entah di antara dua atau tiga kandidat itu yang akan menentukan politik sesungguhnya," ujar Yunarto Wijaya saat dihubungi melalui telepon, di Jakarta, Minggu (1/5/2016).
Yunarto menambahkan, pertemuan tersebut nantinya juga sulit untuk menemukan kesepakatan politik secara de facto antara 11 calon ketum.
Namun untuk kesepakatan menerima kekalahan antara calon, sudah menjadi kewajiban pihak yang kalah menerima karena sudah tertuang dalam kode etik pertarungan di setiap kongres manapun.
"Setiap peserta harus menaati tata tertib dalam munaslub nanti, siapapun yang kalah harus bisa terima. Tapi soal pertemuan besok sulit temukan kesepakatan politik," ujarnya.
Menurut pakar politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya, pertemuan 11 calon tersebut tidak akan ada sesuatu pergerakan baru karena dinamika politik yang sesungguhnya dalam munaslub, baru akan terjadi di panggung belakang di antara dua atau tiga kandidat yang paling kuat.
"Deal-deal di antara kandidat entah di antara dua atau tiga kandidat itu yang akan menentukan politik sesungguhnya," ujar Yunarto Wijaya saat dihubungi melalui telepon, di Jakarta, Minggu (1/5/2016).
Yunarto menambahkan, pertemuan tersebut nantinya juga sulit untuk menemukan kesepakatan politik secara de facto antara 11 calon ketum.
Namun untuk kesepakatan menerima kekalahan antara calon, sudah menjadi kewajiban pihak yang kalah menerima karena sudah tertuang dalam kode etik pertarungan di setiap kongres manapun.
"Setiap peserta harus menaati tata tertib dalam munaslub nanti, siapapun yang kalah harus bisa terima. Tapi soal pertemuan besok sulit temukan kesepakatan politik," ujarnya.
(maf)