Trik Airlangga Rebut Kursi Golkar I dan Jawarai Pemilu 2019
Rabu, 27 April 2016 - 19:12 WIB
Trik Airlangga Rebut Kursi Golkar I dan Jawarai Pemilu 2019
A
A
A
AMBON - Bakal calon Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memiliki jurus agar partainya bisa menang di Pemilu 2019 mendatang. Airlangga mengungkapkan, partai yang dapat bersaing ke depan adalah partai yang mampu menyerap aspirasi masyarakat.
Maka itu sambung Airlangga, ke depan Golkar harus dapat melakukan itu jika ingin menang di Pemilu 2019 mendatang. Airlangga mengaku memiliki program menyerap dan mendorong aspirasi rakyat.
"Ini akan dikonversi menjadi kemenangan Golkar," kata Airlangga saat bersilaturahmi dengan seluruh pengurus Golkar se-Provinsi Maluku, Rabu (28/4/2016).
Hal itu disampaikannya mengingat kondisi zaman kini telah berubah. Diakuinya, opini masyarakat saat ini terbukti sangat berperan menentukan kebijakan pemerintah, apalagi hal itu berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
"Kalau dulu itu top down. Ketika pemerintah berbicara, maka rakyat bulat-bulat menerimanya. Tapi sekarang situasi berbeda. Informasi yang disampaikan pemerintah, itu masyarakat bisa berkomentar di media sosial," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, sejumlah komentar dari masyarakat mampu menjadi opini baru. Karena itu informasi saat ini dua arah, tak lagi searah.
"Demikian juga parpol (partai politik), kalau tak bisa menyerap aspirasi masyarakat, maka akan ditinggalkan. Golkar harus mampu menyerap dinamika yang berkembang kalau mau memenangi Pemilu 2019. Aspirasi kalau mampu diserap, akan berubah menjadi partisipasi," pungkasnya.
Maka itu sambung Airlangga, ke depan Golkar harus dapat melakukan itu jika ingin menang di Pemilu 2019 mendatang. Airlangga mengaku memiliki program menyerap dan mendorong aspirasi rakyat.
"Ini akan dikonversi menjadi kemenangan Golkar," kata Airlangga saat bersilaturahmi dengan seluruh pengurus Golkar se-Provinsi Maluku, Rabu (28/4/2016).
Hal itu disampaikannya mengingat kondisi zaman kini telah berubah. Diakuinya, opini masyarakat saat ini terbukti sangat berperan menentukan kebijakan pemerintah, apalagi hal itu berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
"Kalau dulu itu top down. Ketika pemerintah berbicara, maka rakyat bulat-bulat menerimanya. Tapi sekarang situasi berbeda. Informasi yang disampaikan pemerintah, itu masyarakat bisa berkomentar di media sosial," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, sejumlah komentar dari masyarakat mampu menjadi opini baru. Karena itu informasi saat ini dua arah, tak lagi searah.
"Demikian juga parpol (partai politik), kalau tak bisa menyerap aspirasi masyarakat, maka akan ditinggalkan. Golkar harus mampu menyerap dinamika yang berkembang kalau mau memenangi Pemilu 2019. Aspirasi kalau mampu diserap, akan berubah menjadi partisipasi," pungkasnya.
(maf)