Bebaskan WNI, Filipina Masih Jadi Kendala Pasukan Indonesia
Jum'at, 22 April 2016 - 18:41 WIB
Bebaskan WNI, Filipina Masih Jadi Kendala Pasukan Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Pasukan Indonesia untuk membebaskan Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf masih terkendala aturan internal Filipina. Namun koordinasi kedua negara terus dilakukan dalam upaya pembebasan tersebut.
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan dalam upaya pembebasan ini, pihaknya bersama TNI mengutamakan keselamatan para sandera. Prioritas keselamatan sandera ini, kata dia juga dikoordinasikan ke pihak Filipina.
"Ada kendala konstitusi yang ada di Filipina," ujar Badrodin di Gedung Kemeterian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jakarta, Jumat (22/4/2016).
Sementara itu mengenai sejumlah uang tebusan yang diminta kelompk Abu Sayyaf, dia menegaskan bukan urusan pemerintah. "Itu urusan perusahaan (tempat mereka bekerja-red)," tegasnya. (Baca: Penjelasan Menhan Soal Kondisi WNI yang Ditawan Abu Sayyaf)
Kelompok Abu Sayyaf menyandera 10 WNI di Filipina. Mereka meminta sejumlah uang tebusan jika ingin 10 WNI itu dibebaskan. Belum selesai penyanderaan ini, empat WNI kembali disandera kelompok Abu Sayyaf di perairan Malayisa dan Filipina.
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menegaskan dalam upaya pembebasan ini, pihaknya bersama TNI mengutamakan keselamatan para sandera. Prioritas keselamatan sandera ini, kata dia juga dikoordinasikan ke pihak Filipina.
"Ada kendala konstitusi yang ada di Filipina," ujar Badrodin di Gedung Kemeterian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jakarta, Jumat (22/4/2016).
Sementara itu mengenai sejumlah uang tebusan yang diminta kelompk Abu Sayyaf, dia menegaskan bukan urusan pemerintah. "Itu urusan perusahaan (tempat mereka bekerja-red)," tegasnya. (Baca: Penjelasan Menhan Soal Kondisi WNI yang Ditawan Abu Sayyaf)
Kelompok Abu Sayyaf menyandera 10 WNI di Filipina. Mereka meminta sejumlah uang tebusan jika ingin 10 WNI itu dibebaskan. Belum selesai penyanderaan ini, empat WNI kembali disandera kelompok Abu Sayyaf di perairan Malayisa dan Filipina.
(kur)