Komisi III Cecar Sejumlah Isu ke Kejagung
Kamis, 21 April 2016 - 11:37 WIB
Komisi III Cecar Sejumlah Isu ke Kejagung
A
A
A
JAKARTA - Komisi III DPR menggelar rapat kerja bersama Kejaksaan Agung (Kejagung). Sebanyak 15 isu bakal ditanyakan Komisi III DPR kepada Kejagung.
Sebanyak 15 isu yang bakal ditanyakan diantaranya, mengenai masalah eksekusi hukuman mati, deponering yangg diberikan ke eks pemimpin KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, kasus korupsi payment gateway yang menjerat mantan Wamenkumham Denny Indrayana.
Kemudian, mengenai keluarnya kembali surat perintah penyidikan (Sprindik) Ketua Kadin Jawa Timur La Nyala, perkara mobile 8. "Kasus penyimpangan kontrak Grand Indonesia, kasus pengadaan gardu PLN yang kerugian negaranya triliunan rupiah," kata Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo membuka rapat di Senayan, Jakarta, Kamis (21/4/2016).
Selain itu, Komisi III DPR akan menanyakan mengenai sejumlah jaksa yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, sejumlah gugatan dari berbagai pihak ke Jaksa Agung HM Prasetyo.
Di samping itu, mengenai nasib berbagai barang sitaan yang kondisinya terlantar, perkembangan perburuan terhadap para buronan, serta kinerja kejaksaan dan masalah anggaran akan dibahas.
Sebanyak 15 isu yang bakal ditanyakan diantaranya, mengenai masalah eksekusi hukuman mati, deponering yangg diberikan ke eks pemimpin KPK Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, kasus korupsi payment gateway yang menjerat mantan Wamenkumham Denny Indrayana.
Kemudian, mengenai keluarnya kembali surat perintah penyidikan (Sprindik) Ketua Kadin Jawa Timur La Nyala, perkara mobile 8. "Kasus penyimpangan kontrak Grand Indonesia, kasus pengadaan gardu PLN yang kerugian negaranya triliunan rupiah," kata Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo membuka rapat di Senayan, Jakarta, Kamis (21/4/2016).
Selain itu, Komisi III DPR akan menanyakan mengenai sejumlah jaksa yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, sejumlah gugatan dari berbagai pihak ke Jaksa Agung HM Prasetyo.
Di samping itu, mengenai nasib berbagai barang sitaan yang kondisinya terlantar, perkembangan perburuan terhadap para buronan, serta kinerja kejaksaan dan masalah anggaran akan dibahas.
(kri)