Menko Polhukam Dalami Motif Kelompok Abu Sayyaf Sandera 14 WNI

Rabu, 20 April 2016 - 15:20 WIB
Menko Polhukam Dalami...
Menko Polhukam Dalami Motif Kelompok Abu Sayyaf Sandera 14 WNI
A A A
DEPOK - Pemerintah masih terus berupaya membebaskan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) awak Kapal Brahma 12 yang disandera kelompok teroris Abu Sayyaf di Filipina.

Belum lagi ada empat WNI awak Kapal Tunda Henry dan Kapal Tongkang Cristi yang dalam perjalanan menuju Tarakan diculik orang tak dikenal.

“Soal Abu Sayyaf, kita masih monitor, yang 10 orang oleh perusahaan sedang melakukan finalisasi, kita tunggu saja hasilnya,” kata Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Rabu (20/4/2016).

Soal kondisi sandera, Luhut menegaskan seluruhnya dalam kondisi baik. Untuk empat sandera lanjutnya, masih diteliti terkait permintaan uang tebusan atau terkait masalah politik.

“Kondisinya menurut mereka masih baik dari hasil pembicaraan telepon hari kemarin. Undang-undang (UU) Filipina tidak membolehkan tentara asing masuk ke teritori wilayah mereka," ucap Luhut.

"Lalu (sandera) yang empat itu masih kita teliti karena kita melihat apakah ini ada kaitan politik atau sekadar masalah duit tebusan, seperti di Somalia kita belum tahu kita sedang dalami,” imbuhnya.

Luhut mengakui, pemerintah tengah meningkatkan pengamanan di jalur laut. Salah satunya dengan gerakan patroli bersama antara Indonesia, Malaysia dan Filipina. Sementara terkait masalah tebusan, hal itu menjadi urusan perusahaan.

“Pengamanan laut, saya sampaikan tanggal 3 nanti Menlu Filipina Malaysia akan ketemu dengan Menlu Retno Marsudi dan Panglima angkatan bersenjata mereka akan bertemu dengan Jenderal Gatot Nurmantyo untuk laksanakan patroli bersama, untuk menghindari tindakan-tindakan seperti di Pantai Somalia,” tandasnya.
(maf)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Dukung Blokir Konten...
Dukung Blokir Konten LGBT di Medsos, DPR: Jika Dibiarkan Menormalisasi Perilaku Menyimpang
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Kejagung Geledah 6 Lokasi...
Kejagung Geledah 6 Lokasi terkait Dugaan Korupsi MBG, Sasar Kantor dan Rumah Tersangka
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Infografis
Daftar Lengkap 14 Negara...
Daftar Lengkap 14 Negara yang Diancam Tarif Baru Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved