Menhan Bilang Operasi Militer Pembebasan WNI Gampang, Tembak Selesai

Senin, 18 April 2016 - 14:45 WIB
Menhan Bilang Operasi...
Menhan Bilang Operasi Militer Pembebasan WNI Gampang, Tembak Selesai
A A A
JAKARTA - Posisi Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina telah diketahui. Namun persis lokasinya belum bisa diungkapkan ke publik.

Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu mengatakan, operasi pembebasan WNI yang dilakukan Pemerintah Filipina tidak bisa diungkapkan secara gamblang ke publik. Hal ini, kata dia demi kelancaran proses pembebasan tersebut.

"Ini sensitif. Ada diplomasi yang kita lakukan," ujar Ryamizard usai menggelar kegiatan tes urin di lingkungan Kemenhan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (18/4/2016).

Dia menuturkan, selaku Menhan pihaknya terus menjalin koordinasi dengan Menteri Luar Negeri dan Panglima TNI. Bahkan diplomasi itu juga dilakukan terhadap militer Filipina untuk menjajaki kemungkinan militer Indonesia dilibatkan dalam operasi pembebasan.

"Operasi militer itu gampang, tambak selesai. Tapi kalau yang menyandera itu mati bagus, tapi kalau korban kan enggak bagus," tuturnya.

Sementara itu mengenai sejumlah uang tebusan yang diminta kelompok Abu Sayyaf, dirinya memastikan negara tidak mau membayar uang tebusan yang diminta.

"Kalau untuk uang kita tidak mengeluarkan itu. Negara enggak boleh bayar. Operasi di Somalia, saya dua kali (terlibat) operasi pembebasan sandera," tukasnya.

Jumat lalu pukul 18.31 WIB telah terjadi pembajakan terhadap dua kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi di Perairan perbatasan wilayah Malaysia dan Filipina. (Baca: Koordinasi Pembebasan WNI, Luhut Bantah Diplomasi Indonesia-Filipina Gagal)

Kapal tersebut membawa 10 anak buah kapal (ABK) WNI. Dalam peristiwa itu satu ABK tertembak di bagian ketiak, empat ABK diculik dan lima ABK selamat. Sebelumnya, 10 WNI juga masih disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina.
(kur)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Keterlibatan TNI dalam...
Keterlibatan TNI dalam Penggeledahan Polri 8-10 Juli 2026
TASPEN Salurkan Santunan...
TASPEN Salurkan Santunan JKK dan JKM Rp1,08 Miliar untuk Dua Keluarga ASN di Kepri
Temui Warga Mangkang,...
Temui Warga Mangkang, Wali Kota Agustina Intervensi Sektor Kesehatan, Hunian, hingga Pengairan
Tinjau Tambak Lorok,...
Tinjau Tambak Lorok, Wali Kota Agustina Siapkan Penanganan untuk Kurangi Dampak Rob
Menko Polkam Ajak Semua...
Menko Polkam Ajak Semua Penegak Hukum Kedepankan Kepentingan Bangsa: Tidak Perlu Ada Suasana Memanas
KPK Duga Rumah Jampidsus...
KPK Duga Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah di Sentul Atas Nama Orang Lain
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved