Soal Autopsi Jenazah Siyono, Polri Berterima Kasih ke Muhammadiyah

Selasa, 12 April 2016 - 10:43 WIB
Soal Autopsi Jenazah...
Soal Autopsi Jenazah Siyono, Polri Berterima Kasih ke Muhammadiyah
A A A
JAKARTA - Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti berterima kasih kepada Komisi Perlindungan Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Muhammadiyah yang telah melakukan autopsi terhadap jenazah Siyono, terduga teroris asal Klaten, Jawa Tengah.

Pasalnya ketika Siyono dinyatakan tewas dalam perkelahian, Polri tidak mendapatkan izin dari keluarga untuk melakukan autopsi.

"Saya mengucapkan terima kasih kasus Siyono sudah dilakukan autopsi dan sudah ada hasilnya. Tentu kita hargai itu karena ini terkait dengan Densus 88 itu tupoksinya (tugas pokok dan fungsinya) sudah jelas, yaitu dalam rangka menanggulangi teroris baik dalam rangka pencegahan maupun penumpasannya," tutur Badrodin di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Kendati demikian, dia menegaskan Polri memiliki mekanisme sendiri dalam penanganan kasus kematian Siyono, salah satunya mengandalkan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri yang bertugas mengawasi serta Divisi Propam Mabes Polri yang melakukan pemeriksaan terhadap kelalaian yang mengakibatkan tewasnya Siyono.

"Makanya saya katakan kita juga menghargai hasil autpsi itu. Tapi juga kita punya mekanisme sendiri apakah nanti klop antara hasil autopsi dan hasil pemeriksaan propam," ucap Badrodin.

Pada Senin 11 April 2016, Komnas HAM bersama Muhammadiyah telah mengumumkan hasil autopsi jenazah Siyono. Berdasarkan hasil autopsi ditemukan empat kejanggalan.

Pertama, tubuh Siyono tidak pernah dilakukan autopsi. Kedua, tidak benar ada indikasi pendarahan hebat di kepala Siyono yang menyebabkan kematian.

Ketiga, penyebab kematian Siyono karena ada tulang yang patah sehingga menusuk ke jantung, dan yang terakhir tidak ada indikasi perlawanan dari Siyono kepada anggota Densus 88.

Perlu diketahui, Siyono telah meninggal pada tanggal 11 Maret 2016 lalu, Siyono meninggal saat di kawal Polri yang memintanya menunjukkan tempat penyimpanan senjata di Prambanan, Jawa Tengah.
(dam)
Berita Terkait
Mabes Polri Diserang...
Mabes Polri Diserang Teroris, Densus 88 Anti Teror Ringkus Habib Warga Kabupaten Bandung
Densus 88 Tangkap 59...
Densus 88 Tangkap 59 Tersangka Teroris
16 Tersangka Teroris...
16 Tersangka Teroris Ditangkap di Sumbar, BNPT: NII Harus Diwaspadai
Penangkapan Terduga...
Penangkapan Terduga Teroris di Medan
Pasca Penangkapan Terduga...
Pasca Penangkapan Terduga Teroris, Kapolda Pastikan Situasi Babel Kondusif
Penangkapan Munarman...
Penangkapan Munarman Juga Terkait Kasus 13 Teroris di Jakarta
Berita Terkini
Pakar: Penggeledahan...
Pakar: Penggeledahan dalam Kasus Febrie Dapat Dibenarkan Asal Sesuai Prosedur
Kenapa Febrie Adriansyah...
Kenapa Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK? Kejagung Ungkap Alasannya
Presiden PKS: Olahraga...
Presiden PKS: Olahraga Jadi Jembatan Pembangunan Mental Generasi Muda
Jumhur Dapat Wisdom...
Jumhur Dapat Wisdom dari Sri Sultan HB X: Kita Harus Mengayomi Alam Lingkungan
Tak Pakai Rompi Tahanan,...
Tak Pakai Rompi Tahanan, Febrie Adriansyah Diduga Pegang Kartu As Tawar Proses Hukum
Putusan MK Baru Langkah...
Putusan MK Baru Langkah Awal, IAW Dorong Restitusi Historis Kuota Internet Hangus
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved