Operasi Militer Pembebasan WNI, Menhan Prediksi Ada Korban Jiwa
Kamis, 07 April 2016 - 16:27 WIB
Operasi Militer Pembebasan WNI, Menhan Prediksi Ada Korban Jiwa
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah belum mau mengerahkan kekuatan militernya dalam membebaskan 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Alasannya, kekuatan militer bisa menimbulkan korban jiwa.
Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu mengatakan, sekarang pihaknya masih mengedepankan jalur negosiasi dalam pembebasan 10 WNI yang disandera itu.
"Kalau operasi militer pasti ada korban. Kalau korban teroris enggak papa, kalau rakyat, kan susah," ucap Ryamizard usai menghadiri sidang kabinet paripurna di Gedung Utama, Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (7/4/2016).
Sementara itu mengenai uang tebusan yang diminta oleh kelompok Abu Sayyaf, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menegaskan menjadi tanggungan tempat 10 WNI itu bekerja. (Baca: Operasi Pembebasan WNI, DPR Minta TNI Periksa Persenjataan)
"Kalau negara enggak boleh (kalah), nanti nekan. Negara kita enggak boleh ditekan," ucapnya.
Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu mengatakan, sekarang pihaknya masih mengedepankan jalur negosiasi dalam pembebasan 10 WNI yang disandera itu.
"Kalau operasi militer pasti ada korban. Kalau korban teroris enggak papa, kalau rakyat, kan susah," ucap Ryamizard usai menghadiri sidang kabinet paripurna di Gedung Utama, Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (7/4/2016).
Sementara itu mengenai uang tebusan yang diminta oleh kelompok Abu Sayyaf, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menegaskan menjadi tanggungan tempat 10 WNI itu bekerja. (Baca: Operasi Pembebasan WNI, DPR Minta TNI Periksa Persenjataan)
"Kalau negara enggak boleh (kalah), nanti nekan. Negara kita enggak boleh ditekan," ucapnya.
(kur)