NU Nilai Pemerintah Tak Tegas Sikapi LGBT

Kamis, 31 Maret 2016 - 12:48 WIB
NU Nilai Pemerintah...
NU Nilai Pemerintah Tak Tegas Sikapi LGBT
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj menilai, pemerintah kurang tegas dalam menangani masalah Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Indonesia.

Menurut Said, jika di negara lain pemerintahnya tegas menolak kehadiran LGBT di negaran, berbeda di Indonesia yang dinilai masih setengah-setengah.

"Pemerintah malah kurang tegas dalam hal ini (LGBT)," ujar Said di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (31/3/2016).

NU kata Said, sejak awal tegas menolak keberadaan LGBT. Dia pun berharap langkah pemerintah konkret dalam menangani persoalan LBGT tersebut.

"RRC (Republik Rakyat China) sudah melarang, Singapura melarang, Indonesia harus tegas melarang LGBT," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Potret Aksi Dukung Pemkot...
Potret Aksi Dukung Pemkot Palembang Tolak LGBT
MUI Larang Masyarakat...
MUI Larang Masyarakat Promosikan LGBT di Semua Media
Cegah Berkembang di...
Cegah Berkembang di Garut, Perbup Anti LGBT Diterbitkan Pemkab
Aksi Warga Bogor Tolak...
Aksi Warga Bogor Tolak LGBT
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Siapa Transgender Pertama...
Siapa Transgender Pertama di Dunia? Ini Sosoknya
Berita Terkini
KPK Dalami Pertemuan...
KPK Dalami Pertemuan Bupati Kuansing Suhardiman Amby dengan Menhut Raja Juli
KPK Sita Catatan Keuangan...
KPK Sita Catatan Keuangan usai Geledah Rumah Dinas hingga Kantor Bupati Lombok Barat
7 Kasus Pencucian Uang...
7 Kasus Pencucian Uang Terbesar di Indonesia, Nilainya Tembus Belasan Triliun hingga Penjara Seumur Hidup
Gugatan terhadap Waketum...
Gugatan terhadap Waketum dan Sekjen PPP Dicabut, Kader Pilih Fokus Konsolidasi Partai
Hari Bhayangkara ke-80,...
Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri Hadiahi Istri Arist Merdeka Sirait Ziarah Holyland
Hotman Paris Ungkap...
Hotman Paris Ungkap Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Belum Ditahan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved