KPK Sebut Verifikasi Harta Kekayaan Pejabat Negara Bakal Ketat

Senin, 14 Maret 2016 - 22:05 WIB
KPK Sebut Verifikasi...
KPK Sebut Verifikasi Harta Kekayaan Pejabat Negara Bakal Ketat
A A A
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan proses verifikasi dan pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) jajaran eksekutif dan legislatif, dilakukan secara matang dan firm (kuat serta ketat).

Kepastian itu disampaikan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dan Direktur Pendaftaran dan Pemeriksaan LHKPN KPK Cahya Hardianto Harefa.

Laode M Syarif menuturkan, proses verifikasi terhadap kekayaan penyelenggara mulai dari jajaran eksekutif seperti menteri, legislatif semisal anggota DPR, dan penyelenggara negara contohnya pejabat BUMN dan terus dilakukan KPK.

Proses verifikasi itu berlangsung sampai sebelum dicatat di lembaran negara. Ihwal ini berlaku bagi LHKPN menteri kabinet kerja.

"Saya belum tahu (hasil verifikasi LHKPN menteri kabinet kerja) yang termutakhir. (Tapi) sebelum dicatat di lembaran negara, ada proses verifikasi. Kalau ada harta yang dilaporkan tidak jelas asal usulnya pasti diverifikasi " kata Syarif kepada Koran SINDO Senin (14/3/2016).

Pria kelahiran Muna, Sulawesi Tenggara ini melanjutkan, kalau misalnya diketahui ada harta yang tidak terlaporkan maka akan dipertanyakan oleh tim KPK. Akibatnya Syarif menuturkan, proses verifikasi dan pemeriksaannya berlangsung lama.

"Makanya kadang agak lama prosesnya karena pelapor tidak jujur," bebernya.

Syarif kemudian menyoroti permintaan DPR atau oknum DPR agar format LHKPN disederhanakan dengan alasan format yang sekarang terlalu rumit yang kemudian menghambat pelaporan LHKPN.
Syarif menandaskan, sebenarnya format LHKPN sekarang tidak rumit kalau para anggota DPR jujur mengisinya. "Tidak ada yang aneh-aneh dalam format sekarang. Buktinya banyak yang bisa lapor. Jadi sebenarnya ada di niat, bukan di kesulitan format pelaporan," tegasnya.

Untuk itu Syarif menyatakan, KPK mengimbau bagi penyelenggara negara baik eksekutif maupun legislatif yang belum sama sekali melaporkan LHKPN atau melaporkan pembaharuan LHKPN untuk memberi contoh yang baik pada masyarakat.

"Dengan melaporkan LHKPN mereka," ucapnya.

Cahya Hardianto Harefa mengakui data LHKPN menteri-menteri Kabinet Kerja ada yang belum update di laman acch.kpk.go.id. Musababnya, karena LKHPN mereka masih dalam proses pembaruan.

Alasan lainnya adalah beberapa LHKPN belum memperoleh nomor Tambahan Berita Negara (TBN) dari Perum Percetakan RI (PNRI). "Segera setelah sudah keluar TBN dari PNRI akan kami update di ACCH," kata Cahya.

Dia menyatakan, untuk keseluruhan LKHPN baik jajaran eksekutif maupun legislatif atau penyelenggara negara secata umum melalui proses verifikasi dan pemeriksaan yang firm. Proses tersebut dilakukan sesuai dengan aturan-aturan yang ada.

Cahya tidak membantah bahwa salah satu yang menjadi rujukan KPK adalah Keputusan KPK nomor: KEP.07/IKPK/02/ 2005 tentang Tata Cara Pendaftaran, Pengumuman dan Pemeriksaan LHKPN.

Lantas apakah KPK menemukan aset atau harta mencurigakan setelah dilakukan verifikasi dan pemeriksaan atas LHKPN para anggota DPR dan menteri-menteri Kabinet Kerja?

Cahya meminta maaf tidak bisa berkomentar. Sebab pemeriksaan yang dilakukan tim KPK atau hasilnya bersifat rahasia. "Kalau pemeriksaan tetap dilakukan tapi tertutup," tandas Cahya.
(maf)
Berita Terkait
Usai Diperiksa KPK 10...
Usai Diperiksa KPK 10 Jam, Kepala BPN Jaktim Sudarman Harjasaputra Pegang Erat Tangan Sang Istri
Klarifikasi LHKPN, Kepala...
Klarifikasi LHKPN, Kepala BPN Jaktim Sudarman Harhasaputra Bareng Istri Datangi KPK
Klarifikasi LHKPN, Wagub...
Klarifikasi LHKPN, Wagub Lampung Tiba di KPK
Mengapa LHKPN Dipersoalkan?
Mengapa LHKPN Dipersoalkan?
Punya Utang Rp9 Miliar,...
Punya Utang Rp9 Miliar, LHKPN Eks Kepala Bea Cukai Yogyakarta Masuk Kategori Outliers
Banyak Pejabat Negara...
Banyak Pejabat Negara Sembunyikan Harta, LHKPN Tak Akurat
Berita Terkini
50 Tokoh Pasang Badan...
50 Tokoh Pasang Badan untuk Roy Suryo, Din Syamsuddin dan Oegroseno Ikut Jadi Penjamin
Kasus Ijazah Jokowi,...
Kasus Ijazah Jokowi, Roy Suryo akan Ajukan Penangguhan Penahanan
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Usai Ziarah ke Makam...
Usai Ziarah ke Makam Soekarno dan Gus Dur, Kapolri Tabur Bunga di Makam Soeharto
Libatkan Mahasiswa saat...
Libatkan Mahasiswa saat Kunker, Gibran Dinilai Perkuat Dialog dan Partisipasi Publik
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Infografis
5 Negara Penguasa Harta...
5 Negara Penguasa Harta Karun Logam Tanah Jarang di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved