Lemah dan Tak Berdaya, Alasan Anak Jadi Sasaran Pelecahan Seksual

Minggu, 28 Februari 2016 - 14:24 WIB
Lemah dan Tak Berdaya,...
Lemah dan Tak Berdaya, Alasan Anak Jadi Sasaran Pelecahan Seksual
A A A
DEPOK - Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) termasuk dalam kategori Orang dengan Masalah Kesehatan Jiwa (ODMK). Saat ini pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur pun marak dilakukan.

Psikiatri Dr dr Fidiansjah Sp.KJ MPH menilai, tindakan penyimpangan orientasi seksual berimbas pada sasaran atau subjek–subjek yang terkena. Prinsipnya, kata dia, dalam konteks seksualitas, sangat berbeda dengan apa yang terjadi pada kebutuhan–kebutuhan yang lain.

“Contohnya kita punya kebutuhan lapar, maka yang kita harus penuhi adalah makan. Kita butuh minum, yang kita ambil air. Objek itu harus sesuai dengan apa yang muncul dan diberikan. Tapi berbeda dengan objek seksualitas. Objek seksualitas itu bisa diganti, artinya dia tidak harus muncul jadi sesuatu yang normatif,” katanya di Depok, Minggu (28/2/2016).

"Artinya yang normatif kan laki–laki dengan perempuan. Sehingga penyimpangan seksual bentuknya beragam. Ada yang disebut orientasi ada yang disebut dengan penyimpangan," sambungnya.

Fidiansjah melanjutkan, dampaknya ketika hasrat itu muncul sehingga mereka menyasar kepada semua komponen terutama yang paling mudah adalah anak yang lemah. Para pelaku pelecehan seksual mengincar seseorang yang tidak berdaya, salah satunya anak–anak.

“Karena itu kan yang dicari adalah orang yang tidak berdaya, ada yang tidak berdaya karena fisik, tak berdaya karena kekuasaan antara atasan dan bawahan, atau materi bisa diiming-imingi misalnya anak ini butuh duit Rp50 ribu,” ungkapnya.

Dia menilai, bahwa fenomena laporan pelecehan seksual pada anak meningkat justru sebagai hikmah bahwa orangtua saat ini berani melapor dan melawan. “Masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan berani diungkapkan kalau ini tidak kita lawan karena orang yang jadi korban kan tidak berani melawan."

"Jadi ini justru hikmahnya, akan muncul orang yang diberlakukan saat dulu begitu, ini normal lho. Sehingga semakin banyak yang melaporkan justru bagus malah,” tegasnya.

Ditambahkan Fidianjah, begitu uniknya fantasi seseorang dalam orientasi seksual beragam. Begitu abstraksinya pemahaman seksual sehingga menyebkan orang bisa mengarang terhadap berbagai macam bentuk.

“Ada yang enggak perlu melakukan hubungan seksual. Dia cukup lakukan proses pengintipan satu lokasi, yang dia jadikan objek imaginasi. Ada juga sebuah gangguan hasrat seksual yang tak perlu hubungan seksual, cukup ambil dari sesuatu yang ia senangi entah itu kaos kaki, celana dalam, pakaian dalam. Termasuk pada binatang, termasuk pada mayat," pungkasnya.

PILIHAN:
80% Penularan LGBT Akibat Faktor Non Genetik

Posisi JK Pengaruhi Konstelasi Politik Pemilihan Caketum Golkar
(kri)
Berita Terkait
Muhaimin Iskandar Tandatangani...
Muhaimin Iskandar Tandatangani Petisi Perlindungan Anak
PKB Soroti Perlindungan...
PKB Soroti Perlindungan dan Kasus Penculikan Anak
Gandeng Yacita, ChildFund...
Gandeng Yacita, ChildFund International di Indonesia Gelar Pertemuan Perlindungan Anak Nasional 2024
Diskusi Empat Pilar...
Diskusi Empat Pilar : Mendorong Keberpihakan Negara dalam Perlindungan Anak
Komdigi Undang Platform...
Komdigi Undang Platform Media Sosial Susun Regulasi Perlindungan Anak di Ruang Digital, Ini Langkahnya!
Soal Produk Bebas BPA,...
Soal Produk Bebas BPA, Komnas PA Desak Badan POM Buat Aturan
Berita Terkini
Perindo Perkuat Pemahaman...
Perindo Perkuat Pemahaman dan Kapasitas Anggota DPRD lewat Bimtek Nasional 2026, Dorong Ekonomi Kerakyatan
Febrie Adriansyah Jadi...
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka TPPU, Kejagung Paparkan Modusnya
Penyesuaian Tarif PNBP...
Penyesuaian Tarif PNBP Berkeadilan, Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Febrie Adriansyah Ditahan...
Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi Pink, PB PMII: Cetak Sejarah
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Pakar Kebijakan Publik...
Pakar Kebijakan Publik Soroti Ego Sektoral Penegakan Hukum, Sarankan Pelibatan KPK
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved