LGBT di Indonesia Terbesar dan Tertua di Asia

Sabtu, 27 Februari 2016 - 07:03 WIB
LGBT di Indonesia Terbesar...
LGBT di Indonesia Terbesar dan Tertua di Asia
A A A
DEPOK - Kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Indonesia saat ini mulai berani muncul ke permukaan dan marak jumlahnya. Sejarah munculnya kelompok ini berawal pada tahun 1982 menuju tahun 1992, dari kampanye kesetaraan gender.

"Organisasi LGBT di Indonesia terbesar dan tertua di Asia, dari tahun 1992. Mereka berani keluar, saat ini setelah 25 tahun akhirnya mereka keluar. Mereka propagandakan gerakan bawah tanah gerakan penularan. Mereka kan dari tahun 1982-1992 dulu tertutup, saat ini banyak euforia di AS, mereka itu liberal," ungkap Ketua Divisi Kajian Aliansi Cinta Keluarga Indonesia (AILA) Dinar Kania dalam diskusi kajian LGBT dalam Perspektif Keilmuan di Kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Jumat (26/2/2016) sore.

Dinar menjelaskan, AS saja tidak meratifikasi CEDAW yakni konvensi tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan dan berbagai kebijakan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender di Indonesia. Hal ini berbeda dengan Indonesia yang sudah meratifikasi CEDAW.

"Kesetaraan gender jadi program pemerintah, ini satu paket di mana seolah masyarakat sudah melegalkan," ujarnya.

Menurutnya, orang-orang yang berjuang tentang kesetaraan gender tidak tahu kalau ada ekses di akhirnya bahwa akan melegalkan LGBT. "Kalau kita tarik ke belakang itu satu paket. Tidak mungkin memperjuangan kesetaraan gender kalau tidak melegalkan LGBT. mereka bilang kemunafikan tak memperjuangkan lesbian," paparnya.

Bahkan Dinar menyebut bahwa gerakan ini merupakan gerakan bawah tanah yang didanai dan sudah berbentuk jaringan. Semula kelompok ini bergerak dari sosialisasi HIV/AIDS untuk bergerak dengan kampanye secara terbuka.

"Gerakan bawah tanah awalnya, mereka terbuka lakukan kajian-kajian ilmiah Barat dibawa ke sini. Mereka sosialisasikan ke para pemangku kebijakan. Berikan sosialisasi, dapat dana dari luar memengaruhi. Pejabat pun banyak yang terkena."

"Betul didanai, jadi ini jaringan. Dulu ada RUU Kesetaraan Gender tahun 2011 di DPR. Kita diundang dan mengatakan bahwa eksesnya LGBT akan dilegalkan. Dulu orang bilang itu hanya paranoid, gender tak akan legalkan LGBT. Sekarang saat ini sudah masif di media kita baru bilang bahwa ini ada hubungan yang sangat erat," tandas Dinar.
(zik)
Berita Terkait
Potret Aksi Dukung Pemkot...
Potret Aksi Dukung Pemkot Palembang Tolak LGBT
MUI Larang Masyarakat...
MUI Larang Masyarakat Promosikan LGBT di Semua Media
Cegah Berkembang di...
Cegah Berkembang di Garut, Perbup Anti LGBT Diterbitkan Pemkab
Aksi Warga Bogor Tolak...
Aksi Warga Bogor Tolak LGBT
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Siapa Transgender Pertama...
Siapa Transgender Pertama di Dunia? Ini Sosoknya
Berita Terkini
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Puluhan Organisasi Tolak...
Puluhan Organisasi Tolak Penerapan PP No 28/2024 Tentang Kesehatan
Sebut Ada 3 Kancil Politik...
Sebut Ada 3 Kancil Politik Indonesia, Prabowo: Kalau Berkumpul, Bahaya
Dokter Tifa Sudah Pelajari...
Dokter Tifa Sudah Pelajari 10 Ribu Halaman Dokumen BAP sebelum Eksepsi Dikabulkan
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved