Minim Dana, Indra Nekat Ingin Rebut Kursi Ketua Umum
Jum'at, 26 Februari 2016 - 17:29 WIB
Minim Dana, Indra Nekat Ingin Rebut Kursi Ketua Umum
A
A
A
JAKARTA - Indra Bambang Utoyo menyatakan kesiapannya untuk memperebutkan kursi Ketua Umum Partai Golkar meskipun secara pendanaan dia mengakui sangat terbatas.
Bahkan, politikus senior di Partai Golkar ini, mengklaim paling miskin dana dibandingkan para pesaingnya.
"Tapi saya mau maju, karena melihat situasi Golkar sekarang yang memprihatinkan," ujar Indra di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat (26/2/2016).
Putra Jenderal Bambang Utoyo itu mengatakan, dirinya tidak memiliki tim sukses pemenangan. Namun, dia sudah bergerilya untuk menyukseskan niatnya menjadi orang nomor satu di Partai Golkar.
"Saya tidak punya kemampuan logistik, keliling ke DPD dengan membagikan uang. Saya juga bingung mau membentuk tim sukses, tapi orang-orang besar sudah merapat ke mana-mana, jadi yang saya punya hanya relawan yang isinya teman-teman lama," kata Indra.
Dia menambahkan, modal sekarang yang dimiliki untuk merebut kursi Ketua Umum Partai Golkar hanya visi dan misi menciptakan ke depan Partai Golkar yang bersih. Dia mengingatkan, Partai Golkar sudah melupakan jati dirinya sebagai partai pembela Pancasila.
Sebaliknya, kondisi yang terjadi sekarang Partai Golkar diliputi politik uang dalam setiap pencalonan ketua umum maupun kepala daerah. "Munas Golkar kali ini harus menjadi momentum kebangkitan Golkar. Golkar harus menjadi partai bersih," tandasnya.
Baca: Golkar Butuh Pemimpin yang Fresh.
Bahkan, politikus senior di Partai Golkar ini, mengklaim paling miskin dana dibandingkan para pesaingnya.
"Tapi saya mau maju, karena melihat situasi Golkar sekarang yang memprihatinkan," ujar Indra di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Jumat (26/2/2016).
Putra Jenderal Bambang Utoyo itu mengatakan, dirinya tidak memiliki tim sukses pemenangan. Namun, dia sudah bergerilya untuk menyukseskan niatnya menjadi orang nomor satu di Partai Golkar.
"Saya tidak punya kemampuan logistik, keliling ke DPD dengan membagikan uang. Saya juga bingung mau membentuk tim sukses, tapi orang-orang besar sudah merapat ke mana-mana, jadi yang saya punya hanya relawan yang isinya teman-teman lama," kata Indra.
Dia menambahkan, modal sekarang yang dimiliki untuk merebut kursi Ketua Umum Partai Golkar hanya visi dan misi menciptakan ke depan Partai Golkar yang bersih. Dia mengingatkan, Partai Golkar sudah melupakan jati dirinya sebagai partai pembela Pancasila.
Sebaliknya, kondisi yang terjadi sekarang Partai Golkar diliputi politik uang dalam setiap pencalonan ketua umum maupun kepala daerah. "Munas Golkar kali ini harus menjadi momentum kebangkitan Golkar. Golkar harus menjadi partai bersih," tandasnya.
Baca: Golkar Butuh Pemimpin yang Fresh.
(kur)