Cara Mengetahui Pesantren yang Mengajarkan Radikalisme

Selasa, 09 Februari 2016 - 19:20 WIB
Cara Mengetahui Pesantren...
Cara Mengetahui Pesantren yang Mengajarkan Radikalisme
A A A
JAKARTA - Pesantren adalah lembaga pendidikan yang didirikan para kiai untuk mengajarkan agama Islam dengan damai, dan sejalan dengan semangat nasionalisme. Sejarah pembentukan itu sesuai dengan sejarah bangsa Indonesia terutama dalam membentuk dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Berdasarkan sejarahnya, pesantren juga berhasil menjadi bagian utama dalam melakukan koreksi sosial ke masyarakat dengan mengajarkan prinsip penghargaan serta integrasi sosial dan sejenisnya.

"Selama ini kami lebih banyak mendorong pesantren untuk selalu hadir bersama-sama masyarakat menyuarakan spirit perdamaian, harmonisasi, dan persatuan. Itu sesuai dengan keinginan para pendiri pesantren ingin menjadikan masyarakat sebagai bagian integral," ujar peneliti Pusat Studi Pesantren, Ubaidilah, Jakarta, Selasa (9/2/2016).

Maka itu, dia menegaskan, keberadaan pesantren yang mengajarkan radikalisme dinilai tidak sejalan dengan tujuan utama pendirian pesantren. Menurutnya, indikator pesantren yang mengajarkan radikalisme bisa dilihat dari aktivitas pemimpin dan alumninya.

Berdasarkan indikator itulah, kata dia bisa diketahui pesantren mana di Indonesia yang terkait radikalisme dan terorisme. "Semua orang yang konsen dengan perkembangan informasi pasti sudah bisa menilai pesantren mana yang terindikasi radikalisme," ucapnya.

Dia menambahkan, indikator lainnya mengetahui pesantren terindikasi radikalisme, dengan melihat kurikulum yang digunakan pesantren tersebut. Dia menjelaskan, kurikulum menjadi basis penting untuk mengukur potensi radikalisme sebuah pesantren.

"Namun Kurikulum jangan menjadi variabel utama, juga harus dilihat ekspresi dari elemen pesantren yang terindikasi radikalisme itu," jelasnya.

Baca: Pemerintah Rampungkan Draf Revisi UU Terorisme.
(kur)
Berita Terkait
Mahasiswa Gelar Aksi...
Mahasiswa Gelar Aksi Solidaritas Mengecam Terorisme
Konflik Berpotensi Jadi...
Konflik Berpotensi Jadi Pemicu Aksi Terorisme
Bos MI5: 31 Rencana...
Bos MI5: 31 Rencana Teror Tahap Akhir Digagalkan dalam 4 Tahun di Inggris
Resmi Ditahan, Munarman...
Resmi Ditahan, Munarman Kini Boleh Dikunjungi Kuasa Hukum
Cegah Terorisme, Masyarakat...
Cegah Terorisme, Masyarakat Harus Peka Lingkungan Sekitar
Moeldoko Minta Jangan...
Moeldoko Minta Jangan Pernah Lupakan Aksi Terorisme
Berita Terkini
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Mutasi Kejagung, Dirdik...
Mutasi Kejagung, Dirdik Jampidsus hingga Dirdik III Jamintel Diganti
Mendagri Harapkan Lulusan...
Mendagri Harapkan Lulusan IPDN Jadi Agen Perubahan ASN
Mendagri Tito: Pelibatan...
Mendagri Tito: Pelibatan Sektor Swasta Akan Optimalkan Realisasi Program Perumahan Rakyat
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved