Kader Golkar Diingatkan Tak Saling Jegal
Selasa, 09 Februari 2016 - 10:33 WIB
Kader Golkar Diingatkan Tak Saling Jegal
A
A
A
JAKARTA - Isu prebutan kursi ketua umum mulai memanas menjelang pelaksanaan Munas Golkar.
Termasuk adanya permintaan agar Ade Komarudin mundur dari kursi Ketua DPR bila ingin maju menjadi calon Ketua Umum Golkar di Munas mendatang.
Ketua Umum Baladhika Karya unsur SOKSI, Nofel Saleh Hilabi menganggap permintaan agar Ade mundur dari jabatan Ketua DPR merupakan sebuah penjegalan.
"Cara seperti ini lah yang memecah partai. Jangan menghalang-halangi sesama kader untuk maju. Tak ada itu di dalam AD/ART (anggaran dasar/anggaran rumah tangga), aturan seperti itu," kata Nofel saat dihubungi wartawan, Selasa (9/2/2016).
Nofel mengaku heran terhadap pihak yang terkesan menghalang-halangi Ade maju di bursa calon ketua umum di Munas Golkar.
Mengacu proses rekonsiliasi yang sedang berjalan, Nofel meminta semua pihak memprioritaskan kepentingan partai. "Kenapa kita ini pada tidak sadar ya? Baru saja kita memulai merajut kebersamaan. Nah ini dibikin panas yang berpotensi memecah partai," katanya.
Nofel pun berpesan kepada semua pihak yang ingin maju sebagai calon Ketua Umum Golkar agar berjiwa ksatria. Sebagai partai besar, kata dia, Golkar memerlukan sosok pemimpin yang mengayomi, demokratis, dan berkarakter kuat.
Sebelumnya, Ketua Paguyuban DPD I Golkar Ridwan Bae menyebut Ade Komarudin bisa maju namun dengan syarat harus mundur sebagai Ketua DPR. Hal ini mengacu suara DPD I dalam forum silaturahmi di Nusa Tenggara Barat.
"DPD I berpandangan tidak formal bahwa Ade boleh maju. Tapi, keluar dulu dari Ketua DPR," kata Ridwan melalui keterangan pers yang diterima Sindonews, Minggu 7 Februari 2016.
PILIHAN:
Momen HT dan Surya Paloh di Puncak Hari Pers Nasional
Termasuk adanya permintaan agar Ade Komarudin mundur dari kursi Ketua DPR bila ingin maju menjadi calon Ketua Umum Golkar di Munas mendatang.
Ketua Umum Baladhika Karya unsur SOKSI, Nofel Saleh Hilabi menganggap permintaan agar Ade mundur dari jabatan Ketua DPR merupakan sebuah penjegalan.
"Cara seperti ini lah yang memecah partai. Jangan menghalang-halangi sesama kader untuk maju. Tak ada itu di dalam AD/ART (anggaran dasar/anggaran rumah tangga), aturan seperti itu," kata Nofel saat dihubungi wartawan, Selasa (9/2/2016).
Nofel mengaku heran terhadap pihak yang terkesan menghalang-halangi Ade maju di bursa calon ketua umum di Munas Golkar.
Mengacu proses rekonsiliasi yang sedang berjalan, Nofel meminta semua pihak memprioritaskan kepentingan partai. "Kenapa kita ini pada tidak sadar ya? Baru saja kita memulai merajut kebersamaan. Nah ini dibikin panas yang berpotensi memecah partai," katanya.
Nofel pun berpesan kepada semua pihak yang ingin maju sebagai calon Ketua Umum Golkar agar berjiwa ksatria. Sebagai partai besar, kata dia, Golkar memerlukan sosok pemimpin yang mengayomi, demokratis, dan berkarakter kuat.
Sebelumnya, Ketua Paguyuban DPD I Golkar Ridwan Bae menyebut Ade Komarudin bisa maju namun dengan syarat harus mundur sebagai Ketua DPR. Hal ini mengacu suara DPD I dalam forum silaturahmi di Nusa Tenggara Barat.
"DPD I berpandangan tidak formal bahwa Ade boleh maju. Tapi, keluar dulu dari Ketua DPR," kata Ridwan melalui keterangan pers yang diterima Sindonews, Minggu 7 Februari 2016.
PILIHAN:
Momen HT dan Surya Paloh di Puncak Hari Pers Nasional
(dam)