Setya Novanto Rotasi Total Fraksi Golkar, Ini Respons Bamsoet
Kamis, 21 Januari 2016 - 22:07 WIB
Setya Novanto Rotasi Total Fraksi Golkar, Ini Respons Bamsoet
A
A
A
JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR Setya Novanto merotasi total posisi pimpinan Komisi dan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Golkar di DPR.
Susunan anggota Komisi dan AKD pun ikut dirotasi dan sejumlah orang yang tadinya menduduki posisi pimpinan diubah menjadi anggota biasa.
Perombakan itu berdasarkan surat resmi Fraksi Partai Golkar SK bernomor SJ00.708/FPG/DPRRI/I/2016, tentang Penetapan Susunan dan Keanggotaan Fraksi-Fraksi dalam AKD dari Fraksi Golkar Terbaru.
Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengaku kaget atas adanya perombakan ini. Dia menilai waktunya tidak tepat untuk mengganti secara keseluruhan formasi komisi dan AKD.
Awalnya Bamsoet berharap, perombakan ini hanya terjadi pada dirinya dan Ahmadi Noor Supit agar menghindari potensi kegaduhan yang muncul di internal fraksi.
"Saya khawatir soliditas kita menjadi terganggu menghadapi tekanan, diluar yang selama ini menekang kita dari Kubu Ancol," sesalnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.
Menurut Bambang, semua anggota fraksi merasa terkejut dengan adanya perombakan ini. Karena seharusnya, berdasarkan reward atau kemampuan, tidak perlu dilakukan perombakan seperti ini.
Bahkan Tantowi menelepon dirinya dan mengaku heran dengan putusan itu. Seharusnya satu per satu dipanggil dan diajak berkomunikasi sebelum dilakukan perombakan.
"Menurut saya kalau seseorang diganti, kurang perform, mungkin tidak masalah lepas (jabatan), sudahlah. SK (sudah) keluar, (mau) ngomong apa lagi," ujarnya.
Karena itu, anggota yang dipilih sebagai Ketua Komisi III itu, bersama dengan kawan-kawan akan bertemu Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie (Ical), karena adanya perombakan ini.
Pertemuan itu untuk meminta penjelasan secara lebih lugas dari ketum. "Tapi pertukaran di AKD merupakan urusan partai dan akan dilaksanakan. Intinya siap dilaksanakan," imbuhnya.
Lebih dari itu, Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai Golkar itu mengharapkan agar tidak terjadi kegaduhan baru dengan adanya perombakan ini. Menurut Bamsoet, seharusnya perombakan ini menunggu waktu yang pas, sehingga suasana tetap kondusif.
"Perombakan seharusnya setelah urusan rapimnas dan munas selesai. Ini soal cuaca (waktu)," tandasnya.
Pilihan:
Kisruh Internal Kosgoro, Agung Laksono Polisikan Aziz Syamsuddin
Susunan anggota Komisi dan AKD pun ikut dirotasi dan sejumlah orang yang tadinya menduduki posisi pimpinan diubah menjadi anggota biasa.
Perombakan itu berdasarkan surat resmi Fraksi Partai Golkar SK bernomor SJ00.708/FPG/DPRRI/I/2016, tentang Penetapan Susunan dan Keanggotaan Fraksi-Fraksi dalam AKD dari Fraksi Golkar Terbaru.
Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengaku kaget atas adanya perombakan ini. Dia menilai waktunya tidak tepat untuk mengganti secara keseluruhan formasi komisi dan AKD.
Awalnya Bamsoet berharap, perombakan ini hanya terjadi pada dirinya dan Ahmadi Noor Supit agar menghindari potensi kegaduhan yang muncul di internal fraksi.
"Saya khawatir soliditas kita menjadi terganggu menghadapi tekanan, diluar yang selama ini menekang kita dari Kubu Ancol," sesalnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.
Menurut Bambang, semua anggota fraksi merasa terkejut dengan adanya perombakan ini. Karena seharusnya, berdasarkan reward atau kemampuan, tidak perlu dilakukan perombakan seperti ini.
Bahkan Tantowi menelepon dirinya dan mengaku heran dengan putusan itu. Seharusnya satu per satu dipanggil dan diajak berkomunikasi sebelum dilakukan perombakan.
"Menurut saya kalau seseorang diganti, kurang perform, mungkin tidak masalah lepas (jabatan), sudahlah. SK (sudah) keluar, (mau) ngomong apa lagi," ujarnya.
Karena itu, anggota yang dipilih sebagai Ketua Komisi III itu, bersama dengan kawan-kawan akan bertemu Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar hasil Munas Bali Aburizal Bakrie (Ical), karena adanya perombakan ini.
Pertemuan itu untuk meminta penjelasan secara lebih lugas dari ketum. "Tapi pertukaran di AKD merupakan urusan partai dan akan dilaksanakan. Intinya siap dilaksanakan," imbuhnya.
Lebih dari itu, Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai Golkar itu mengharapkan agar tidak terjadi kegaduhan baru dengan adanya perombakan ini. Menurut Bamsoet, seharusnya perombakan ini menunggu waktu yang pas, sehingga suasana tetap kondusif.
"Perombakan seharusnya setelah urusan rapimnas dan munas selesai. Ini soal cuaca (waktu)," tandasnya.
Pilihan:
Kisruh Internal Kosgoro, Agung Laksono Polisikan Aziz Syamsuddin
(maf)