BIN Dinilai Tahu Ada Ancaman Bom, DPR Akan Panggil Sutiyoso
Jum'at, 15 Januari 2016 - 18:45 WIB
BIN Dinilai Tahu Ada Ancaman Bom, DPR Akan Panggil Sutiyoso
A
A
A
BANDUNG - Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya mengatakan, pihaknya yakin bahwa Badan Intelijen Negara (BIN) tahu ada rencana aksi teror yang disusun para pelaku teror.
"Kita sangat yakin bahwa BIN tahu, bahwa ancaman tersebut ada (bom Sarinah)," ujar Tantowi di Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/1/2016).
Atas dasar itu, Komisi I akan memanggil Kepala BIN Sutiyoso, pekan depan. Tujuannya adalah untuk dengar pendapat seputar aksi dan rencana teror yang terjadi.
"Kita di Komisi I akan panggil Kepala BIN untuk melakukan dengar pendapat dulu. Kita akan dengar langsung dari beliau apa yang beliau ketahui, apa saja yang beliau telah lakukan terkait pengetahuan yang sudah didapat, kemudian mengapa kok bisa terjadi," jelas Tantowi.
Disinggung apakah BIN kecolongan karena tidak bisa mengantisipasi aksi teror, Tantowi enggan berkomentar lebih jauh.
"Apapun bahasa yang akan kita gunakan, ya terjadi (aksi teror) kan begitu," cetusnya.
Menurut Tantowi, BIN sesuai undang-undang adalah garda terdepan dalam upaya pencegahan dini gerakan terorisme.
"Jadi sesungguhnya BIN itu berada dalam garis terdepan dalam memberangus bila perlu, atau minimal meminimalisir setiap gerakan yang berpotensi menuju pada radikalisme dan terorisme," tuturnya.
Meski BIN dianggap tahu rencana aksi terorisme, menurutnya ada hal yang perlu dipikirkan lebih lanjut. "Jangan lupa teroris itu melakukan kegiatannya saat kita lengah," tandasnya.
Pilihan:
Motif Bom di Kawasan Sarinah Balas Dendam
"Kita sangat yakin bahwa BIN tahu, bahwa ancaman tersebut ada (bom Sarinah)," ujar Tantowi di Kampus Universitas Padjadjaran (Unpad), Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/1/2016).
Atas dasar itu, Komisi I akan memanggil Kepala BIN Sutiyoso, pekan depan. Tujuannya adalah untuk dengar pendapat seputar aksi dan rencana teror yang terjadi.
"Kita di Komisi I akan panggil Kepala BIN untuk melakukan dengar pendapat dulu. Kita akan dengar langsung dari beliau apa yang beliau ketahui, apa saja yang beliau telah lakukan terkait pengetahuan yang sudah didapat, kemudian mengapa kok bisa terjadi," jelas Tantowi.
Disinggung apakah BIN kecolongan karena tidak bisa mengantisipasi aksi teror, Tantowi enggan berkomentar lebih jauh.
"Apapun bahasa yang akan kita gunakan, ya terjadi (aksi teror) kan begitu," cetusnya.
Menurut Tantowi, BIN sesuai undang-undang adalah garda terdepan dalam upaya pencegahan dini gerakan terorisme.
"Jadi sesungguhnya BIN itu berada dalam garis terdepan dalam memberangus bila perlu, atau minimal meminimalisir setiap gerakan yang berpotensi menuju pada radikalisme dan terorisme," tuturnya.
Meski BIN dianggap tahu rencana aksi terorisme, menurutnya ada hal yang perlu dipikirkan lebih lanjut. "Jangan lupa teroris itu melakukan kegiatannya saat kita lengah," tandasnya.
Pilihan:
Motif Bom di Kawasan Sarinah Balas Dendam
(maf)