Choel 'Membisu' Ditanya Dugaan Aliran Uang Hambalang ke Demokrat
Jum'at, 15 Januari 2016 - 17:26 WIB
Choel 'Membisu' Ditanya Dugaan Aliran Uang Hambalang ke Demokrat
A
A
A
JAKARTA - Andi Zulkarnaen Mallaranggeng alias Choel Mallaranggeng telah selesai menjalani pemeriksaan penyidik KPK terkait kasus dugaan korupsi pembangunan sarana dan prasarana Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang tahun 2010-2012.
Adik kandung mantan Menpora Andi Alfian Mallaranggeng itu memilih bungkam saat ditanya perihal dugaan uang hasil korupsi yang mengalir ke Partai Demokrat.
Choel memilih menjawab materi pemeriksaan secara normatif dan teknis seputar pertanyaan yang dicecar penyidik KPK kepadanya. "Biasa saja. Sama kayak (pemeriksaan) yang biasa," ujar Choel di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (15/1/2016).
Dalam kesempatan kali ini, Choel kembali mengakui soal uang yang dia terima. Dia mengaku pernah menerima uang Rp2 miliar dari Direktur PT Global Daya Manunggal, Herman Prananto serta 550.000 Dollar AS dari Deddy Kusdinar.
"(Penerimaan uang) itu saya sudah akui ya," jelas dia.
Diketahui Direktur Keuangan Permai Grup, Yulianis pernah membeberkan adanya aliran uang korupsi wisma atlet Hambalang. Anak buah M Nazaruddin itu mengaku ada pemberian uang 200.000 Dollar AS diduga mengalir ke Edhi Baskoro Yudhoyono atau Ibas. Uang tersebut diyakini juga mengalir ke kas partai berlambang mercy itu.
Pilihan:
Motif Bom di Kawasan Sarinah Balas Dendam
Adik kandung mantan Menpora Andi Alfian Mallaranggeng itu memilih bungkam saat ditanya perihal dugaan uang hasil korupsi yang mengalir ke Partai Demokrat.
Choel memilih menjawab materi pemeriksaan secara normatif dan teknis seputar pertanyaan yang dicecar penyidik KPK kepadanya. "Biasa saja. Sama kayak (pemeriksaan) yang biasa," ujar Choel di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (15/1/2016).
Dalam kesempatan kali ini, Choel kembali mengakui soal uang yang dia terima. Dia mengaku pernah menerima uang Rp2 miliar dari Direktur PT Global Daya Manunggal, Herman Prananto serta 550.000 Dollar AS dari Deddy Kusdinar.
"(Penerimaan uang) itu saya sudah akui ya," jelas dia.
Diketahui Direktur Keuangan Permai Grup, Yulianis pernah membeberkan adanya aliran uang korupsi wisma atlet Hambalang. Anak buah M Nazaruddin itu mengaku ada pemberian uang 200.000 Dollar AS diduga mengalir ke Edhi Baskoro Yudhoyono atau Ibas. Uang tersebut diyakini juga mengalir ke kas partai berlambang mercy itu.
Pilihan:
Motif Bom di Kawasan Sarinah Balas Dendam
(maf)