Jokowi Diminta Libatkan Masyarakat Adat Terkait Kelola SDA

Rabu, 30 Desember 2015 - 02:39 WIB
Jokowi Diminta Libatkan...
Jokowi Diminta Libatkan Masyarakat Adat Terkait Kelola SDA
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didesak untuk memutuskan pembangunan kilang gas Blok Masela di daratan, (Onshore LNG) bukan di lautan.

Sebab jika dibangun di daratan, akan sangat banyak manfaat baik bagi masyarakat Maluku maupun masyarakat di perbatasan yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Timor Leste. Sebaliknya jika kilang gas dibangun di lautan lepas, maka dampak ekonomi bagi masyarakat tidak ada.

Selain itu Presiden Jokowi juga didesak untuk melibatkan masyarakat adat/asli atau indigenous people dalam setiap pengambilan keputusan terkait pemanfaatan sumber daya alam (SDA), sebab banyak SDA terletak di tanah adat.

Dengan demikian pelibatan masyarakat adat ini akan ikut mengubah nasib masyarakat asli, dan pada sesungguhnya menguatkan bargaining Kepala Negara dalam menghadapi korporasi asing. Desakan tersebut dikemukakan Engelina Pattiasina, Selasa 29 Desember 2015.

Engelina yang juga pendiri Archipelago Solidarity Foundation ini menyatakan, kesimpulan dari pertemuan para tokoh ini akan disampaikan kepada Presiden Jokowi untuk mengingatkan janji kampanye dahulu.

"Bahwa akan membangun Poros Maritim Dunia dan bagian dari poros itu adalah wilayah Timur yang selama puluhan tahun tertinggal karena kemiskinan, meskipun SDA sangat berlimpah," ungkapnya.

Menurut Engelina dan juga sejumlah tokoh, kehadiran langsung Jokowi di kawasan Timur, meskipun berkali kali, tidak akan berdampak langsung bagi masyarakat, apabila kebijakan Presiden tidak berbasis pada kesejehteraan masyarakat kawasan tersebut.

”Berkali kali Presiden ke kawasan Timur, jika tak ada komitmen mengentaskan kemiskinan dan memajukan kawasan, tak ada gunanya,” tambahnya

Para tokoh seperti Ignas Irianto, Prof Nus Saptenno, Dr Sujud Sirajudin, dan Amir Hamzah menekankan, pelibatan masyarakat asli atau masyarakat adat sangat penting dan saat ini masyarakat adat mendapat perlindungan hukum yang kuat di PBB.

“Kalau Jokowi mau komitmen dengan tujuan Nawa Cita, ya libatkan masyarakat adat dalam pengelolaan SDA, seperti migas,” ujar Amir Hamzah.

Poin penting yang dikemukakan para tokoh yang tergabung dalam “Solidaritas Persaudaraan Melanesia Indonesia” adalah pentingnya dialog untuk menuntaskan masalah kemiskinan di kawasan Timur.

”Jangan sampai Jakarta hanya melihat kawasana Timur dari SDA saja, sementara masyarakat dibiarkan miskin. Jadi inilah pentingnya dialog," tutur Amir.

Sementara Prof Nus Saptenno mengatakan, kawasan Papua Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan NTT merupakan simpul strategis SDA Kawasan tmur seluas 68 persen negara RI yang kaya dengan cadangan sumber daya alam.

"Menjawab pertanyaan, bagaimana jika semua masukan dan desakan dari Solidaritas Persaudaraan Melanesia Indonesia ini ditolak, hampir semua tokoh menyatakan kecewa," tegasnya.

“Buat apa kami bergabung dengan NKRI jika hak hak kami untuk maju dan sejahtera terus diabaikan. Sudah 70 tahun merdeka, kawasan Timur yang kaya dibiarkan miskin,” pungkasnya.

Pilihan:

Peringatan Rizal Ramli ke Jokowi Soal Reshuffle Kabinet
(maf)
Berita Terkait
Presiden Jokowi Terima...
Presiden Jokowi Terima Kunjungan Presiden Filipina
Presiden Jokowi Tinjau...
Presiden Jokowi Tinjau Vaksin di Papua Barat
Presiden Hadiri Muktamar...
Presiden Hadiri Muktamar Rabithan Melayu-Banjar
3.048 Personel Gabungan...
3.048 Personel Gabungan TNI dan Polri Dikerahkan untuk Pengamanan Kunjungan Presiden ke Papua
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding 'Adili Jokowi' di Sudut Kota Jakarta
Coretan Dinding Adili...
Coretan Dinding Adili Jokowi Kembali Hebohkan Sudut Kota Jakarta
Berita Terkini
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Penunjukan Kepala BGN...
Penunjukan Kepala BGN Baru Dinilai Tepat untuk Membenahi MBG
KPK Lelang 106 Lot Barang...
KPK Lelang 106 Lot Barang Rampasan Korupsi dari 26 Perkara, Ada Handphone hingga Bidang Tanah
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Infografis
4 Presiden Indonesia...
4 Presiden Indonesia Lahir Bulan Juni, Soekarno hingga Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved