DPR Tunda Rapat Paripurna Revisi UU KPK, Ini Alasannya

Selasa, 08 Desember 2015 - 21:49 WIB
DPR Tunda Rapat Paripurna...
DPR Tunda Rapat Paripurna Revisi UU KPK, Ini Alasannya
A A A
JAKARTA - DPR menunda pengesahan revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi menjadi inisiatif DPR dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2016.

Penundaan itu lantaran peserta rapat paripurna yang digelar pada 19.00 WIB tidak kuorum. Hingga pukul 20.30 WIB, rapat hanya dihadiri 144 orang anggota DPR. Alhasil, pemimpin rapat pun akhirnya memutuskan untuk menunda rapat paripurna ditunda hingga Selasa 15 Desember mendatang.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah selaku pemimpin sidang saat membuka rapat mengungkapkan mayoritas anggota DPR sedang melakukan monitoring pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang digelar 9 Desember besok.

"Di dalam rapat Bamus (Badan Musyawarah) sudah dipertimbangkan besok adalah peristiwa penting di Indonesia. Kita jangan salahkan DPR, tapi faktanya kita bagian dari peristiwa politik itu," kata Fahri saat membuka rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (8/12/2015) malam.

Semula, usulan Fahri tersebut ditolak sejumlah anggota DPR. Di antaranya, Anggota Komisi II dari Fraksi PAN Yandri Susanto yang menyarankan agar rapat paripurna dapat dilaksankan pada Kamis mendatang.

"Kalau tidak bisa melanjutkan agenda malam ini, kami usul kalau bisa yang terdekat hari kamis. Dengan harapan kita punya waktu yang banyak sebelum masa sidang habis," kata Yandri.

Namum demikian, mayoritas anggota DPR mengendaki paripurna dilaksanakan pada selasa pekan depan.

"Saya mohon tidak menyalahkan ketidakhadiran. Tapi kita mencoba di masa akan datang supaya tidak terjadi lagi," tutup Fahri mengakhiri rapat paripurna.


PILIHAN:

Reaksi Ahok Sikapi Amarah Jokowi
(dam)
Berita Terkait
Terima Banyak Komplain,...
Terima Banyak Komplain, Komisi III DPR Usul Dewas Ajukan Revisi RUU KPK
Lengkap! Kronologi UU...
Lengkap! Kronologi UU No 19 Tahun 2019 tentang KPK hingga Pernyataan Terbaru Jokowi yang Picu Polemik
Pimpinan DPR Ungkap...
Pimpinan DPR Ungkap Tak Ada Usulan Bahas Revisi UU KPK
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPP
Aksi Tuntut Revisi UU...
Aksi Tuntut Revisi UU ITE
UU ASN Disahkan, Begini...
UU ASN Disahkan, Begini Nasib 2,3 Juta Pegawai Honorer
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved