Soal Beli Helikopter, TNI Diminta Cinta Produk Lokal

Senin, 30 November 2015 - 10:30 WIB
Soal Beli Helikopter,...
Soal Beli Helikopter, TNI Diminta Cinta Produk Lokal
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui TNI Angkatan Udara (AU) membeli helikopter AgustaWestland AW101 untuk menggantikan helikopter Superpuma yang dinilai sudah tak layak menunjang aktifitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).Anggota Komisi I DPR Sukamta menilai, pembelian alutsista sudah memiliki aturannya. Pertama kata dia, adalah keharusan untuk membeli produksi dalam negeri apabila sudah ada."Kami berharap TNI AU tetap konsisten menggunakan produk dalam negeri sesuai dengan UU (Undang-undang) Nomor 16/2012 tentang Industri Pertahanan," ujar Sukmata memalui pesan singkat kepada Sindonews, Senin (30/11/2015).Kemudian yang kedua kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, jika tidak ada produk dalam negeri maka harus ada kewajiban transfer of technology untuk kerja sama dengan industri lokal."Sesuai Pasal 43 Ayat 5 yaitu harus mengikut sertakan industri pertahanan dalam negeri, adanya kewajiban alih teknologi, adanya imbal dagang, mengikuti ketentuan kandungan lokal, aturan ofset dan lain-lain," ucap Sukamta.Untuk melakukan hal tersebut, TNI kata dia harus mendapat izin dari presiden karena presiden adalah Ketua Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) sesuai Pasal 22 dalam UU.Yang ketiga menurut Sukamta, kalaupun akan dilakukan hal yang kedua, maka juga harus dilakukan prosedur tender dengan tidak menyebut nama."Saya berharap kita tidak mengambil opsi kedua. Majunya industri pertahanan ini membutuhkan komitmen bersama semua anak bangsa," tegas Sukamta.Menurutnya, siapa lagi yang mau menggunakan produk dalam negeri, kalau bangsa sendiri tidak mau menggunakannya . Sukamta mengatakan, dengan membeli dari PT Dirgantara Indonesia (DI), maka 30 persen dari uang rakyat itu akan kembali ke negara."Setidaknya dalam bentuk pembelian bahan baku lokal, dan lebih 1.000 anak bangsa bisa melanjutkan hidupnya dari perusahaan ini. Kalau ada hal yang kurang, baik teknis maupun tata kelolanya, ya kita perbaiki bersama," tandas Sukamta.Pilihan:Skandal Freeport, Permainan Saling Hukum Antar 'Mafia'Tak Bisa Hadir, Agung Laksono Akui Dapat Undangan HUT Golkar
(maf)
Berita Terkait
Antusiasme Warga di...
Antusiasme Warga di Pameran Alutsista Peringatan HUT ke-79 TNI
Mampukah N219 Amphibious...
Mampukah N219 Amphibious Sukses di Pasaran?
Pangkoarmada II Inspeksi...
Pangkoarmada II Inspeksi Kapal Perang
Perlu Evaluasi Modernisasi...
Perlu Evaluasi Modernisasi Alutsista dan Kesejahteraan Prajurit TNI
Mantan Sekjen Kemhan...
Mantan Sekjen Kemhan Kritik Prabowo Beli Alutsista Bekas, Ini Penjelasannya
Dilengkapi Meriam Kaliber...
Dilengkapi Meriam Kaliber 40 mm, KRI Tuna-876 Perkuat Koarmada I
Berita Terkini
MAKI Temukan Potensi...
MAKI Temukan Potensi Korupsi dalam Kepemilikan SPPG, Sahroni: Kejagung Wajib Usut!
Tok! Komisi III DPR...
Tok! Komisi III DPR dan Pemerintah Sepakat Bawa RUU Polri ke Rapat Paripurna
Peringati Hari Laut...
Peringati Hari Laut Sedunia 2026, ASDP Bersihkan Lebih dari 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir
Operasi Patuh Bakal...
Operasi Patuh Bakal Digelar Menjelang Nataru
Penampakan Bupati Muara...
Penampakan Bupati Muara Enim Edison Tiba di KPK seusai Terjaring OTT
KPK Sudah Tentukan Status...
KPK Sudah Tentukan Status Hukum Bupati Muara Enim Edison
Infografis
Jokowi Diminta Tarik...
Jokowi Diminta Tarik Pernyataan soal Presiden Boleh Kampanye
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved