Ical dan Agung Diminta Perhatkan Nasib Kader Muda Golkar
Rabu, 11 November 2015 - 09:27 WIB
Ical dan Agung Diminta Perhatkan Nasib Kader Muda Golkar
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono, Agung Gunandjar Sudarsa berharap perseturuan antara elite Partai Golkar bisa dihentikan.
Dia menilai sudah saatnya kedua pihak, baik Aburizal Bakrie dan Agung Laksono lebih mengedepankan penyelesaian konflik kepengurusan kedua belah pihak melalui cara musyawarah mufakat.
"Melalui musyawarah mufakat untuk mengonsolidasikan kembali struktur organisasi yang sudah terbelah menjadi satu kesatuan secara konprehensif kekuatan partai politik," ujar Agun dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Rabu (11/11/2015).
Dia mengatakan, keberadaan kaum muda sebagai pewaris dan penerus masa depan partai membutuhkan adanya kepastian jaminan masa depan untuk berkiprah secara maksimal dalam perpolitikan.
Agun menilai, hal itu dapat tercapai apabila para elite politik yang bertikai bersatu kembali. Dia menilai pertikaian yang diakhiri melalui mekanisme hukum akan berujung pada kemenangan atau kekalahan salah satu pihak.
Hal tersebut tetap akan menyisakan persoalan di internal partai. "Saya sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada anak-anak muda Golkar saat ini yang sedang bergerak dan terus menuntut adanya keutuhan kembali diantara mereka yang bertikai," tutur Agun.
Agun berpesan kepada para senior-senior Golkar sudah saatnya mengutamakan masa depan kader muda Partai Golkar.
Dia meminta agar para elite yang sesang berkonflik tidak menyepelekan dan mengabaikan kekuatan lkader muda apabila ingin Golkar besar dan memenangkan Pemilu 2019..
"Gerakan anak-anak muda Golkar ini, gerakan yang sungguh sungguh harus diteladani oleh semua pihak yang bertikai karena memang sesungguhnya kedaulatan partai itu ada ditangan para anggotanya, tidak pada para elitenya," ucapnya.
Dia berharap muncul kearifan dari elite Partai Golkar dalam menyikapi aspirasi kader muda yang ingin Golkar kembali bersatu melalui munas.
"Dengarkan dan terimalah pemikiran sejumlah anak-anak muda Golkar ini yang menghendaki partai ini utuh kembali melalui Munas," tutur Agun.
PILIHAN:
Rizal Ramli Dukung Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional
Dia menilai sudah saatnya kedua pihak, baik Aburizal Bakrie dan Agung Laksono lebih mengedepankan penyelesaian konflik kepengurusan kedua belah pihak melalui cara musyawarah mufakat.
"Melalui musyawarah mufakat untuk mengonsolidasikan kembali struktur organisasi yang sudah terbelah menjadi satu kesatuan secara konprehensif kekuatan partai politik," ujar Agun dalam siaran pers yang diterima Sindonews, Rabu (11/11/2015).
Dia mengatakan, keberadaan kaum muda sebagai pewaris dan penerus masa depan partai membutuhkan adanya kepastian jaminan masa depan untuk berkiprah secara maksimal dalam perpolitikan.
Agun menilai, hal itu dapat tercapai apabila para elite politik yang bertikai bersatu kembali. Dia menilai pertikaian yang diakhiri melalui mekanisme hukum akan berujung pada kemenangan atau kekalahan salah satu pihak.
Hal tersebut tetap akan menyisakan persoalan di internal partai. "Saya sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada anak-anak muda Golkar saat ini yang sedang bergerak dan terus menuntut adanya keutuhan kembali diantara mereka yang bertikai," tutur Agun.
Agun berpesan kepada para senior-senior Golkar sudah saatnya mengutamakan masa depan kader muda Partai Golkar.
Dia meminta agar para elite yang sesang berkonflik tidak menyepelekan dan mengabaikan kekuatan lkader muda apabila ingin Golkar besar dan memenangkan Pemilu 2019..
"Gerakan anak-anak muda Golkar ini, gerakan yang sungguh sungguh harus diteladani oleh semua pihak yang bertikai karena memang sesungguhnya kedaulatan partai itu ada ditangan para anggotanya, tidak pada para elitenya," ucapnya.
Dia berharap muncul kearifan dari elite Partai Golkar dalam menyikapi aspirasi kader muda yang ingin Golkar kembali bersatu melalui munas.
"Dengarkan dan terimalah pemikiran sejumlah anak-anak muda Golkar ini yang menghendaki partai ini utuh kembali melalui Munas," tutur Agun.
PILIHAN:
Rizal Ramli Dukung Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional
(dam)