Keputusan Jokowi Pulang Lebih Cepat Disambut Positif
Kamis, 29 Oktober 2015 - 06:32 WIB
Keputusan Jokowi Pulang Lebih Cepat Disambut Positif
A
A
A
JAKARTA - Keputusan Presiden Joko Widodo untuk pulang lebih cepat dari Amerika Serikat ke tanah air disambut positif. Jokowi diminta untuk lebih peduli dalam menangani masalah kabut asap di Sumatera dan Riau.
"Pulang lebih cepat yang pasti positif ya menurut saya, mempersingkat perjalanannya, tapi yang penting sudah ketemu sama presiden Obama. Itu yang paling pokok," kata Pakar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana, Rabu 28 Oktober 2015.
Hikmahanto menjelaskan tujuan Presiden Jokowi ke AS untuk bertemu Obama menunjukkan citra Indonesia kembali sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif. Menurutnya Jokowi lebih dibutuhkan di dalam negeri mengatasi kabut asap.
"Bahwa Indonesia kembali ke Politik Luar Negeri yang Bebas Aktif. Nah bahwa ketemu di San Fransisco ketemu dengan pengusaha, itu bisa dilakukan menteri. Ya memang Presiden lebih dibutuhkan di dalam negeri untuk menangani masalah asap ini, karena masalah asap ini sudah semakin parah," tegas Hikmahanto.
Menurutnya, kicauan kritik di media sosial yang menganggap Jokowi tak peduli atas musibah kabut asap dengan berangkat ke AS perlu dipahami. Sebab, kunjungan bertemu Presiden AS tidak mudah, hanya empat kali satu tahun.
"Gini ya ketemu sama Presiden Obama itu sulit ya, di AS itu kunjungan kepala pemerintahan satu tahun hanya empat kunjungan," tuturnya.
"Dan mereka sudah selesai, dan beruntung Pak Jokowi diselipkan disitu, kemungkinan besar AS ingin melihat bagaimana nih Indonesia dalam politik bebas aktif ini, jangan sampai cuma dilihat kita hanya bertemu dengan Obama, tapi ini lebih luas dari itu," imbuunya.
Lebih lanjut Hikmahanto menjelaskan, beruntung pertemuan tersebut tidak mengagendakan masalah Freeport dengan AS. "Itu tak diagendakan, justru kalau memang dibahas, itu
mereduksi arti penting pertemuan Jokowi dengan Obama," tuturnya.
Pilihan:
Pansus Pelindo II Dinilai Politis dan Sudah Ditunggangi
"Pulang lebih cepat yang pasti positif ya menurut saya, mempersingkat perjalanannya, tapi yang penting sudah ketemu sama presiden Obama. Itu yang paling pokok," kata Pakar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana, Rabu 28 Oktober 2015.
Hikmahanto menjelaskan tujuan Presiden Jokowi ke AS untuk bertemu Obama menunjukkan citra Indonesia kembali sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif. Menurutnya Jokowi lebih dibutuhkan di dalam negeri mengatasi kabut asap.
"Bahwa Indonesia kembali ke Politik Luar Negeri yang Bebas Aktif. Nah bahwa ketemu di San Fransisco ketemu dengan pengusaha, itu bisa dilakukan menteri. Ya memang Presiden lebih dibutuhkan di dalam negeri untuk menangani masalah asap ini, karena masalah asap ini sudah semakin parah," tegas Hikmahanto.
Menurutnya, kicauan kritik di media sosial yang menganggap Jokowi tak peduli atas musibah kabut asap dengan berangkat ke AS perlu dipahami. Sebab, kunjungan bertemu Presiden AS tidak mudah, hanya empat kali satu tahun.
"Gini ya ketemu sama Presiden Obama itu sulit ya, di AS itu kunjungan kepala pemerintahan satu tahun hanya empat kunjungan," tuturnya.
"Dan mereka sudah selesai, dan beruntung Pak Jokowi diselipkan disitu, kemungkinan besar AS ingin melihat bagaimana nih Indonesia dalam politik bebas aktif ini, jangan sampai cuma dilihat kita hanya bertemu dengan Obama, tapi ini lebih luas dari itu," imbuunya.
Lebih lanjut Hikmahanto menjelaskan, beruntung pertemuan tersebut tidak mengagendakan masalah Freeport dengan AS. "Itu tak diagendakan, justru kalau memang dibahas, itu
mereduksi arti penting pertemuan Jokowi dengan Obama," tuturnya.
Pilihan:
Pansus Pelindo II Dinilai Politis dan Sudah Ditunggangi
(maf)