Jokowi Tak Bisa Mengelak, PAN Harus Diberi Kursi Kabinet
Selasa, 20 Oktober 2015 - 07:17 WIB
Jokowi Tak Bisa Mengelak, PAN Harus Diberi Kursi Kabinet
A
A
A
JAKARTA - Masuknya Partai Amanat Nasional (PAN) ke dalam koalisi pendukung pemerintah membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus berhitung ulang komposisi Kabinet Kerja. Jokowi harus memberikan akomodasi berupa kursi menteri untuk PAN.
"Karena itu, wajar jika isu Reshuffle Jilid II kian menguat," kata Pengamat Politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandez saat dihubungi Koran SINDO, Senin 19 Oktober kemarin.
Namun Arya menyayangkan reshuffle yang dilakukan pemerintah bukan bertujuan untuk memperkuat sejumlah sektor ataupun mengevaluasi kinerja menteri sebelumnya. Tapi lebih kepada bargaining politik.
Sehingga, kata Arya, kecenderungan kabinet Jokowi mulai bergeser dari Kabinet Kerja menjadi Kabinet Politik. "Karena pergantian menteri lebih merupakan akomodasi politik bagi partai yang mendukung pemerintah," sesalnya.
Arya juga menyayangkan, dari reshuffle pertama dan kedua nanti, yang menjadi pendorong selalu saja karena adanya agenda, intrik politik, dan akomodasi politik.
"Tiga hal itu lebih dominan mewarnai reshuffle dibandingkan faktor kinerja," pungkasnya.
PILIHAN:
PAN Bocorkan Reshuffle Jilid II, Menkumham & Jaksa Agung Diganti
Kinerja Kabinet Tak Memuaskan, Jokowi Bisa Reshuffle Jilid II
"Karena itu, wajar jika isu Reshuffle Jilid II kian menguat," kata Pengamat Politik dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandez saat dihubungi Koran SINDO, Senin 19 Oktober kemarin.
Namun Arya menyayangkan reshuffle yang dilakukan pemerintah bukan bertujuan untuk memperkuat sejumlah sektor ataupun mengevaluasi kinerja menteri sebelumnya. Tapi lebih kepada bargaining politik.
Sehingga, kata Arya, kecenderungan kabinet Jokowi mulai bergeser dari Kabinet Kerja menjadi Kabinet Politik. "Karena pergantian menteri lebih merupakan akomodasi politik bagi partai yang mendukung pemerintah," sesalnya.
Arya juga menyayangkan, dari reshuffle pertama dan kedua nanti, yang menjadi pendorong selalu saja karena adanya agenda, intrik politik, dan akomodasi politik.
"Tiga hal itu lebih dominan mewarnai reshuffle dibandingkan faktor kinerja," pungkasnya.
PILIHAN:
PAN Bocorkan Reshuffle Jilid II, Menkumham & Jaksa Agung Diganti
Kinerja Kabinet Tak Memuaskan, Jokowi Bisa Reshuffle Jilid II
(hyk)