PDIP Berupaya Lindungi Mega di Balik Revisi UU KPK

Selasa, 13 Oktober 2015 - 18:52 WIB
PDIP Berupaya Lindungi...
PDIP Berupaya Lindungi Mega di Balik Revisi UU KPK
A A A
DEPOK - PDIP dituding memiliki kepentingan politik di balik gencarnya mengusulkan revisi Undang-undang No 30 Tahun 2002 tentang KPK. Kepentingan itu tiada lain untuk melindungi Megawati Soekarnoputri.

“Kalau dilihat potongan-potongan ceritanya di balik usulan PDIP ini kan ada Megawati Soekarnoputri yang sempat dikaitkan dengan kasus BLBI. Kemudian juga anggota DPR PDIP katanya atas perintah partai, pasti ada kaitannya dengan Ketum,” kata Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Ikhsan Darmawan di Kampus FISIP UI Depok, Selasa (13/10/2015).

Menurut Ikhsan, bukan hanya PDIP yang memiliki kepetingan di balik usulan revisi UU KPK, namun juga partai lain yang mengusung usulan tersebut. "Kepentingan terhadap melemahnya KPK,” ungkapnya.

Jika usulan revisi UU KPK disetujui, Ikhsan menilai, posisi Presiden Jokowi sebagai petugas partai akan dipertaruhkan. “Sebenarnya posisi belum jelas bagi Presiden Jokowi seperti apa, karena ia kan bukan Ketua Umum partai. Tidak seperti SBY, yang dulu sebagai pembina partai,” jelasnya.

Ikhsan menengarai posisi Jokowi berpotensi mudah ditekan pihak lain oleh aktor-aktor yang berkepentingan. Begitupun dengan pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menginginkan adanya evaluasi KPK secara berkala dan 12 tahun. “JK, lihat statement-nya, dan aktor-aktor yang punya kepentingan sama ingin fungsi KPK tak lagi istimewa."

Dengan kondisi seperti ini, Ikhsan berharap Presiden Jokowi bersama stafnya konsisten menolak pelemahan KPK. Namun Ikhsan menyangsikan keberanian Jokowi berhadapan dengan partai dan ketua umumnya.

"Dugaannya seperti biasa dilakukan Jokowi dalam mengambil keputusan, akan menyeimbangkan keputusan. Mungkin RUU akan didorong, tapi klausul-klausul pasalnya dipertimbangkan,” tandasnya.

PILIHAN:

Pemimpin DPR Siap Temui Presiden Terkait Revisi UU KPK

DPR Tunggu Masukan dari Masyarakat Soal Revisi UU KPK
(hyk)
Berita Terkait
Terima Banyak Komplain,...
Terima Banyak Komplain, Komisi III DPR Usul Dewas Ajukan Revisi RUU KPK
Lengkap! Kronologi UU...
Lengkap! Kronologi UU No 19 Tahun 2019 tentang KPK hingga Pernyataan Terbaru Jokowi yang Picu Polemik
Pimpinan DPR Ungkap...
Pimpinan DPR Ungkap Tak Ada Usulan Bahas Revisi UU KPK
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPP
Aksi Tuntut Revisi UU...
Aksi Tuntut Revisi UU ITE
UU ASN Disahkan, Begini...
UU ASN Disahkan, Begini Nasib 2,3 Juta Pegawai Honorer
Berita Terkini
Febrie Adriansyah Tidak...
Febrie Adriansyah Tidak Diborgol, Boyamin Saiman: Kejaksaan Agung Ceroboh
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Infografis
10 Pemain Tercepat di...
10 Pemain Tercepat di Piala Dunia 2026: Mbappe Kalahkan Haaland
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved