Pengguna Media Sosial Diminta Hati-hati Terhadap Propaganda ISIS
Jum'at, 09 Oktober 2015 - 18:34 WIB
Pengguna Media Sosial Diminta Hati-hati Terhadap Propaganda ISIS
A
A
A
JAKARTA - Kehadiran media sosial semakin fenomenal dan berpengaruh sangat besar bagi masyarakat, karena bisa mengarah langsung ke personal. Kondisi ini berbeda dengan era sebelumnya, di mana propaganda dan kampanye masih dilakukan secara konvensional melalui media dakwah atau pertemuan.
Maka itu, para pengguna media sosial, terutama generasi muda agar bersikap dewasa saat berinteraksi di media sosial. Mereka juga harus bisa mengelola akun masing-masing dan menyeleksi pesan yang diterima secara selektif.
"Bila tidak dewasa dalam penggunaan media sosial, pasti akan sangat mudah dimasuki paham-paham baru, terutama paham kekerasan dan terorisme. Apalagi para generasi muda yang haus dengan berbagai informasi dan bacaan," ujar pakar komunikasi dari Universitas Paramadina, Henry Satrio di Jakarta, Rabu (7/10/2015).
Dia mengingatkan, propaganda paham kekerasan oleh kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melalui dunia maya (internet) harus dilawan dengan melakukan propaganda yang sama.
Menurutnya, pencegahan penyebaran paham tersebut, dunia maya harus dibanjiri tentang informasi dan tulisan tentang agama Islam populer, yaitu Islam yang rahmatan lil alamin (agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia).
"Kita tidak boleh ketinggalan dengan langkah ISIS telah merekrut ribuan anggotanya di seluruh dunia lewat dunia maya. Kita harus bisa mengimbangi dan melebihi propaganda mereka untuk melindungi generasi muda dari pengaruh-pengaruh paham negatif," jelasnya.
Maka itu dia mengapresiasi pemerintah, melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), terkait sosialisasi pencegahan terorisme melalui dunia maya dengan pencanangan Tahun Damai di Dunia Maya. Langkah itu dinilai harus dilakukan dan terus ditingkatkan dalam menciptakan perdamaian di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.
"Tapi tentu saja itu harus terus digalakkan, karena ke depan dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih, dunia maya dan media sosial, juga semakin luar biasa," ucapnya.
Baca: Jokowi Pastikan Indonesia Aman dari Teroris.
Maka itu, para pengguna media sosial, terutama generasi muda agar bersikap dewasa saat berinteraksi di media sosial. Mereka juga harus bisa mengelola akun masing-masing dan menyeleksi pesan yang diterima secara selektif.
"Bila tidak dewasa dalam penggunaan media sosial, pasti akan sangat mudah dimasuki paham-paham baru, terutama paham kekerasan dan terorisme. Apalagi para generasi muda yang haus dengan berbagai informasi dan bacaan," ujar pakar komunikasi dari Universitas Paramadina, Henry Satrio di Jakarta, Rabu (7/10/2015).
Dia mengingatkan, propaganda paham kekerasan oleh kelompok radikal Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melalui dunia maya (internet) harus dilawan dengan melakukan propaganda yang sama.
Menurutnya, pencegahan penyebaran paham tersebut, dunia maya harus dibanjiri tentang informasi dan tulisan tentang agama Islam populer, yaitu Islam yang rahmatan lil alamin (agama yang membawa rahmat dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia).
"Kita tidak boleh ketinggalan dengan langkah ISIS telah merekrut ribuan anggotanya di seluruh dunia lewat dunia maya. Kita harus bisa mengimbangi dan melebihi propaganda mereka untuk melindungi generasi muda dari pengaruh-pengaruh paham negatif," jelasnya.
Maka itu dia mengapresiasi pemerintah, melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), terkait sosialisasi pencegahan terorisme melalui dunia maya dengan pencanangan Tahun Damai di Dunia Maya. Langkah itu dinilai harus dilakukan dan terus ditingkatkan dalam menciptakan perdamaian di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.
"Tapi tentu saja itu harus terus digalakkan, karena ke depan dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih, dunia maya dan media sosial, juga semakin luar biasa," ucapnya.
Baca: Jokowi Pastikan Indonesia Aman dari Teroris.
(kur)