KPU Targetkan Partisipasi Pemilih 77,5%

Kamis, 17 September 2015 - 09:52 WIB
KPU Targetkan Partisipasi...
KPU Targetkan Partisipasi Pemilih 77,5%
A A A
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menargetkan partisipasi pemilih pada pilkada serentak 2015 mencapai 77,5%.

Target ini naik 2,5% dibandingkan pemilu presiden dan pemilu legislatif 2014 sebesar 75%. Pada dua pemilu tersebut, KPU sukses mencapai target partisipasi pemilih. Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan, KPU beserta jajaran di tingkat bawah akan berupaya keras meningkatkan kesadaran pemilih untuk mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) pada 9 Desember mendatang.

Pendekatan terutama bagi pemilih yang berada di wilayah perkotaan. Ferry mengakui memang ada sedikit perbedaan karakteristik antara pemilih di kota dan pemilih di perdesaan. Masyarakat perkotaan cenderung memiliki tingkat partisipasi rendah karena apatis, sedangkan pemilih di perdesaan sebaliknya.

KPU di daerah diminta melakukan pendekatan melalui mekanisme jejaring agar informasi mengenai pilkada bisa lebih cepat menyebar di masyarakat. “Kita gunakan strategi jejaring, terutama jaringan dari kelompok muda, OSIS, karang taruna, untuk mengajak pemilih ke TPS,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Ferry menambahkan, penting bagi jajaran petugas KPU untuk melakukan sosialisasi tatap muka. Hal lain yang juga penting dimaksimalkan adalah kepastian undangan memilih (formulir C6) sampai ke tangan setiap pemiliknya. “Sekarang tidak lagi sekadar memberikan undangan, tapi juga menyosialisasikan tentang pilkada ini,” ujarnya.

Direktur Konstitusi dan Demokrasi (KoDe) Veri Junaidi mengatakan, dari daftar pemilih sementara (DPS) yang dirilis KPU, terdapat 1,8 juta pemilih baru atau pemula. Angka tersebut cukup signifikan dan perlu mendapat perhatian khusus. Untuk menjangkau pemilih pemula ini, Veri menyebut peran media sosial sangat penting untuk digunakan.

Dengan aksesibilitas yang cepat dan biasa digunakan generasi muda, itu sangat tepat digunakan untuk menggaet partisipasi mereka. “Media sosial ini sesuai dengan karakter pemilih pemula yang sangat terbuka dengan perubahan,” ujarnya.

Dian ramdhani
(ftr)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Infografis
Tindak Asusila Hasyim...
Tindak Asusila Hasyim Asyari Berujung Pemecatan sebagai Ketua KPU
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved