Pelaku Pemboman Lari ke Turki

Selasa, 15 September 2015 - 10:41 WIB
Pelaku Pemboman Lari...
Pelaku Pemboman Lari ke Turki
A A A
KUALA LUMPUR - Kepolisian Thailand kemarin mengumumkan pelaku utama serangan bom mematikan di Kuil Erawan berada di Turki setelah menempuh beberapa kali penerbangan.

Pada saat yang bersamaan, Kepolisian Malaysia juga menangkap tiga tersangka terkait serangan di Kuil Erawan pada bulan lalu. Otoritas Thailand mengungkapkan lelaki yang kini berada di Turki memegang peranan sebagai pemimpin dalam serangan pada 17 Agustus lalu yang menewaskan 20 orang, termasuk 14 warga asing. ”Tersangka utama itu melarikan diri ke Bangladesh menggunakan paspor China pada malam setelah ledakan,” kata pejabat kepolisian Thailand yang tak disebutkan namanya dikutip Reuters.

Dua pekan kemudian, dia transit di New Delhi dan Abu Dhabi untuk menuju Istanbul. Tersangka utama itu bernama Abu Dustar Abdulrahman alias Izan dan telah menjadi buronan yang telah disebarkan kepada Interpol. ”Kita mendapatkan bukti dari Kedutaan Bangladesh bahwa Izan pergi ke Abu Dhabi dan kemudian menuju Turki,” ucap juru bicara kepolisian Thailand Prawut Thawornsiri.

Dia menambahkan, Kedutaan Besar Turki juga telah diberi notifikasi. Di Kuala Lumpur, polisi mengungkapkan dua warga Malaysia yakni seorang lelaki dan seorang perempuan serta seorang pria Pakistan ditangkap karena terlibat dalam serangan di Bangkok. ”Polisi Thailand dan Malaysia kini bekerja sama dengan erat,” kata Kepala Polisi Malaysia Khalid Abu Bakar.

Dia mengungkapkan, tiga tersangka tersebut bisa membantu penyidikan kepolisian Thailand. ”Ketiga tersangka itu ditangkap berdasarkan informasi dari otoritas keamanan Thailand,” ujar Khalid. Dia mengungkapkan, tiga tersangka itu belum dikirim ke Thailand. ”Polisi Malaysia masih menginvestigasi,” sebutnya.

Dia tidak menjelaskan detail alasan penahanan mereka. Menurut Prawut, tersangka yang ditangkap di Malaysia terlibat membantu pelarian para tersangka serangan bom. Tidak ada kelompok yang bertanggung jawab pada serangan 17 Agustus lalu di Kuil Erawan, Bangkok tersebut. Dari 20 korban tewas, 14 di antaranya merupakan wisatawan asing di mana tujuh berasal dari Hong Kong dan China. Selama ini polisi Thailand dikritik keras terkait lambannya penyelidikan kasus pengeboman tersebut.

Mereka tidak mampu mengungkapkan motif dan tersangka dalam waktu cepat. Apalagi, hasil penyelidikan kepolisian Thailand lebih bersifat spekulatif dan sering kontradiktif.

Andika hendra m
(ftr)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Israel Meradang karena...
Israel Meradang karena Iran Sukses Luncurkan Satelit Militer
Kartun Menghina Khamenei,...
Kartun Menghina Khamenei, Pemred Media Iran Ditangkap
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
Mampukah John Herdman...
Mampukah John Herdman Bawa Timnas Indonesia ke Panggung Dunia?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved