Berpolitik untuk Pengabdian

Senin, 07 September 2015 - 08:49 WIB
Berpolitik untuk Pengabdian
Berpolitik untuk Pengabdian
A A A
JAKARTA - Politikus senior PDI Perjuangan Sabam Sirait meraih penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bagi Sabam, penghargaan yang berhasil diraihnya ini bukan satu-satunya tujuannya aktif dalam perpolitikan di Tanah Air selama ini. Menurut dia, hal ini bagian dari cintanya terhadap bangsa Indonesia. Berpolitik, ujarnya, merupakan sebuah pengabdian untuk negara. Siapa pun yang mengabdi pada negara, wajib diberikan apresiasi dan penghargaan.

”Penghargaan ini bukan buat saya saja. Semua orang kita mencintai Indonesia dan bekerja keras untuk Indonesia, bukan untuk Mahaputra saja,” ungkap Sabam saat menghadiri acara Ibadah Syukur atas penghargaan yang diterimanya di Yayasan Komunikasi Indonesia (YKI), Jakarta, kemarin. Karena itu, Sabam mengajak warga lainnya untuk terus mencintai bangsa Indonesia tanpa tanda jasa. Meski demikian, Sabam mengaku penghargaan tersebut menjadi sebuah kebanggaan baginya, keluarga, dan orangorang sekitarnya.

”Tapi, yang saya pikir, tanpa penghargaan itu juga, saya tetap jadi warga negara. Saya akan bertahan jadi warga negara Indonesia sampai ujung bumi,” tandasnya. Dia berharap tanda kehormatan ini diberikan bukan karena dirinya merupakan politikus PDIP, melainkan berdasarkan alasan dan kajian yang mendalam. ”Sebagai aktivis dan politikus, saya berterima kasih pada negara. Tentunya ini pekerjaan berat buat yang memberikan atau yang menerima,” ucap Sabam.

Dia pun mengingatkan agar elite-elite negeri ini dapat bertindak jujur dan tidak terlibat korupsi. Ayah politikus PDIP Maruarar Sirait ini meyakini, jika para pejabat negeri ini bersikap jujur dan bekerja keras, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi negara maju, bahkan dapat mengejar Thailand dan Malaysia. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasona Laoly yang juga hadir dalam acara itu mengatakan, Sabam sudah layak sejak dulu diberikan penghargaan dari negara.

Namun, memang saat inilah waktu yang tepat bagi Sabam menerima penghargaan tersebut. ”Beliau sudah melampaui zaman. Mulai dari sangat muda sekali dia sudah sekjen Parkindo sampai di bawah tekanan pemerintahan Orde Baru pun dia tetap eksis,” katanya.

Dita angga
(ars)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved