Bimbingan Manasik Perlu Ditambah

Jum'at, 04 September 2015 - 09:42 WIB
Bimbingan Manasik Perlu...
Bimbingan Manasik Perlu Ditambah
A A A
MEKKAH - Panitia Penyelenggara Haji Indonesia(PPHI) dinilai perlu menambah frekuensi bimbingan manasik haji untuk tahun depan.

Dari pantauan di lapangan, masih banyak jamaah yang kebingungan dalam melaksanakan prosesi ibadah haji, mulai dari memakai kain ihram, niat umrah, salat sunah, tawaf hingga sai.

Dengan penambahan manasik, jamaah diharapkan mampu melaksanakan prosesi haji secara mandiri. Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Haji dan Pengawasan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Tawwabuddin mengatakan, saat melaksanakan tawaf ada jamaah yang sudah berhenti sebelum putaran ke tujuh.

”Kondisi ini menjadi masalah karena dari sisi ibadahnya seperti itu belum sah,” katanya di Mekkah kemarin. Temuan lainnya diutarakan anggota tim bimbingan ibadah Daker Mekkah, Janter Simanjutak. Menurut dia, petugas bimbingan ibadah sempat bertemu dua jamaah yang memulai sai dari Bukit Marwah, padahal seharusnya dari Bukit Safa.

Sebenarnya tim bimbingan ibadah haji sudah mengerahkan petugas selama 24 jam untuk membimbing jamaah saat tawaf dan sai. Direktorat Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) bahkan sudah membuat kurikulum manasik dalam bentuk buku dan versi digital agar jamaah bisa beribadah haji secara mandiri.

Namun, banyak yang belum dibaca dan dipraktikkan langsung. Seorang jamaah asal Ngawi, Jawa Timur, Dwi Kuntoro mengaku penyelenggaraan manasik terlalu mepet dengan waktu keberangkatan sehingga terkadang pikiran jamaah sedang tidak fokus. ”Akhirnya malah lupa saat tiba di Mekkah,” ujarnya.

Tahun ini jamaah hanya mendapatkan enam kali manasik yaitu empat kali di Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan dan dua kali di tingkat kabupaten. Sedangkan pada 2014 jamaah mendapatkan 10 kali manasik. Pengurangan jumlah manasik diputuskan dalam rapat pembahasan dengan DPR pada April 2015.

Kepala Daker Mekkah Arsyad Hidayat berharap pembiayaan manasik ditingkatkan agar tahun depan jamaah bisa memahami tata cara melaksanakan haji. ”Banyak jamaah kita yang masih memerlukan penyuluhan,” katanya.

Sunu hastoro f/mch
(ars)
Berita Terkait
Maria Lumowa Berhasil...
Maria Lumowa Berhasil Diekstradisi ke Indonesia, Simak Kronologis Lengkapnya
Gagal Lolos PPDB, Siswi...
Gagal Lolos PPDB, Siswi Berprestasi Peraih 700 Penghargaan Putus Sekolah
Paskah Nasional 2022...
Paskah Nasional 2022 Wujud Pemulihan Ekonomi Nasional
BSSN Gelar Simposium...
BSSN Gelar Simposium Nasional Wujudkan Keamanan Siber Nasional
Hari Pelanggan Nasional...
Hari Pelanggan Nasional 2020
Libur Panjang Kenaikan...
Libur Panjang Kenaikan Isa Almasih, Ribuan Penumpang Padati Stasiun Lempuyangan Yogyakarta
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved