Aktivis Paling Diburu Aparat di India

Jum'at, 04 September 2015 - 09:34 WIB
Aktivis Paling Diburu...
Aktivis Paling Diburu Aparat di India
A A A
Wanita ini dianggap ancaman bagi keamanan nasional India sehingga membuat jaksa ingin mengirimnya ke penjara. Rumah dan kantornya pun digerebek beberapa kali, rekening banknya dibekukan dan dia tanpa henti difitnah serta diancam di media sosial.

Dialah Teesta Setalvad, aktivis sosial paling terkenal di India. Yang terbaru dia dituduh menerima dana ilegal, melanggar aturan mata uang asing, dan menggelapkan uang yang diperuntukkan bagi korban kerusuhan serta pembinaan saksi. Menurut seorang wartawan independen, alasan Pemerintah India harus memenjarakan Setelvad karena dia tidak ingin dunia melupakan apa yang terjadi di Gujarat pada 2002.

Kerusuhan di Gujarat pada waktu itu menewaskan 1.000 orang, sebagian besar muslim. Itu menjadi insiden terburuk dalam beberapa dekade. Pada tahun yang sama Setalvad dan suaminya Javed Anand membentuk organisasi nonprofit untuk memberikan bantuan hukum bagi korban kejahatan massal seperti kerusuhan dan terorisme.

Bekerja dengan sejumlah organisasi hak asasi manusia, Keadilan dan Perdamaian Untuk Warga, telah membantu 120 tersangka di 68 kasus dalam Sembilan insiden kerusuhan besar. Ini merupakan rekor untuk jumlah terdakwa dalam kerusuhan di India. Pada April lalu 16 petugas dari Biro Federal Investigasi Pusat (CBI) menggerebek rumah dan kantornya selama 22 jam dan mengambil 700 halaman dokumen dari empat berkas.

Beruntung, Setalvad berhasil menyalin setiap dokumen yang diambil aparat sehingga dia masih memiliki catatan sendiri. Beberapa hari kemudian jaksa mengatakan di pengadilan bahwa dia harus dipenjara untuk diperiksa, seiring penyelidikan legalitas dia menerima dana dari Ford Foundation. Setalvad yakin penggerebekan itu dilakukan untuk mengintimidasinya.

Setalvad kini lebih sering menghabiskan waktu ke pengadilan dan bertemu pengacara untuk membela dirinya sendiri, selain membela kasus kerusuhan Gujarat yang masih menyisakan dua persidangan lagi. ”Perjuangan harus terus dilakukan. Ada budaya kekebalan hukum terkait kekerasan massal di India. Pekerjaan kami telah membuahkan hasil tapi kita harus terus berjuang,” ucapnya bersemangat.

Ananda nararya
(ars)
Berita Terkait
Rakyat Myanmar Siap...
Rakyat Myanmar Siap Laksanakan Pemilihan Umum Minggu Ini
Polisi Italia Sita 6,6...
Polisi Italia Sita 6,6 Ton Ganja dalam Kapal Pesiar Bendera Amerika
Film Horor hingga Superhero,...
Film Horor hingga Superhero, 5 Film Indonesia Go International
Netanyahu Sebut Akan...
Netanyahu Sebut Akan Caplok 30% Wilayah Tepi Barat ke Israel
Masjid Al-Aqsa Kembali...
Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah Hampir 3 Bulan Ditutup
Pesawat Pakistan Jatuh,...
Pesawat Pakistan Jatuh, Kemlu Sebut Sementara Tidak Ada Korban WNI
Berita Terkini
Prabowo Lantik 1.177...
Prabowo Lantik 1.177 Perwira TNI-Polri, Anugerahkan Adhi Makayasa ke Lulusan Terbaik
Akademisi UI: Indonesia...
Akademisi UI: Indonesia Perlu Regulasi Atasi Ancaman Spionase dan Siber
Belum Genap 2 Bulan...
Belum Genap 2 Bulan Jabat Kepala BGN, Nanik Mundur untuk Pengobatan Jantung
Prabowo Setujui Nanik...
Prabowo Setujui Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN
Wamentan Sudaryono Dikabarkan...
Wamentan Sudaryono Dikabarkan Gantikan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN
Breaking News! Kepala...
Breaking News! Kepala BGN Nanik S Deyang Mengundurkan Diri
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved