KMP Sebut PAN Masih Dalam Barisan Koalisi

Jum'at, 04 September 2015 - 08:57 WIB
KMP Sebut PAN Masih...
KMP Sebut PAN Masih Dalam Barisan Koalisi
A A A
JAKARTA - Koalisi Merah Putih (KMP) mengklaim Partai Amanat Nasional (PAN) masih menjadi bagian dari koalisi.

Hal tersebut disimpulkan setelah elite KMP menggelar pertemuan dengan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan guna membahas langkah PAN yang mendukung pemerintahan Jokowi-JK. ”Kami menerima penjelasan mengenai sikap PAN dari Zulkifli Hasan. Kami semua bisa menghormati keputusannya untuk bergabung dan mendukung pemerintah dari dalam,” ujar Ketua Presidium KMP Aburizal Bakrie (ARB) di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta, kemarin.

Namun ARB menjelaskan, apa yang disampaikan Zulkifli Hasan dalam pertemuan tersebut cukup jelas bahwa PAN sejatinya tidak bergabung dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) atau keluar dari KMP. ”Kalau masalah kebijakan, dia (PAN) akan mendukung kebijakan pemerintah. Kalau masalahnya adalah partai, maka PAN akan tetap bersama KMP. Jadi saya kira sudah jelas, tidak ada masalah lagi di antara kami,” urainya.

Disinggung apakah KMP akan mempersoalkan posisi Zulkifli Hasan yang saat ini menjadi ketua MPR dan posisi wakil ketua DPR Taufik Kurniawan, ARB menjelaskan tidak ada perubahan dan semuanya dalam posisi seperti sekarang. ”Tadi Pak Zul mengatakan tidak menyatakan keluar dari KMP atau masuk ke KIH, tidak ada. Jadi sudah disampaikan tetap pada posisi semula,” katanya.

Senada, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku menghormati keputusan partai pemilik 49 kursi di DPR tersebut. Prabowo menilai diperlukan perimbangan kekuatan untuk menjalankan demokrasi yang baik.

”Kita merasa untuk menjalankan demokrasi yang baik dan kuat butuh checks and balances, jadi butuh suatu perimbangan demi kebaikan bangsa. Bisa memberi koreksikoreksi dan saran, apalagi dalam keadaan ekonomi negara yang sedang susah,” sebutnya.

Pada pertemuan tersebut Zulkifli Hasan secara khusus menyampaikan alasan bergabung ke pemerintah. Dia berharap dengan dukungan itu ada sinyal positif bagi pelaku usaha sehingga dengan dukungan KMP, seberat dan sesulit apapun situasi yang dihadapi bangsa, hal itu bisa diatasi bersama-sama. ”PAN sudah menyatakan bergabung dengan pemerintah, dicatat: bergabung dengan pemerintah, jadi tidak ada pernyataan kami masuk keluar KMP atau KIH,” katanya.

Ketua MPR itu menjelaskan, bergabungnya PAN ke pemerintah karena saat ini semua elemen bangsa fokus mengatasi kesulitan yang tengah dihadapi bangsa ini. ”Apa perlu kita mempertentangkan KMP-KIH terus-terusan? Yang penting tadi KMP mendukung apabila program prorakyat,” ucapnya.

Diakuinya, bergabungnya PAN ke pemerintah memberikan warna terhadap kebijakan dan jalannya pemerintahan. Zulkifli mencontohkan, bagaimana pemerintah memberikan penjelasan kepada dirinya mengenai tenaga kerja asing.

Sucipto/Kiswondari
(ftr)
Berita Terkait
Mimbar Demokrasi Melawan...
Mimbar Demokrasi Melawan Politik Dinasti
Luncurkan 2Indo Survei,...
Luncurkan 2Indo Survei, Arfino Koto : 2024 Adalah Eranya Anak Muda
Mimbar Demokrasi Tolak...
Mimbar Demokrasi Tolak Politik Dinasti dan Pelanggaran HAM
Mahasiswa Tolak Politik...
Mahasiswa Tolak Politik Dinasti
#PraxiSurvey Soroti...
#PraxiSurvey Soroti Dilema Pemilu 2024, 42,96 Persen Mahasiswa akan Terima Uang Tanpa Pilih Kandidat
Mimbar Demokrasi Lawan...
Mimbar Demokrasi Lawan Politik Dinasti
Berita Terkini
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Prabowo Kenang Hari...
Prabowo Kenang Hari Lahir Soekarno Lewat Potret Sang Proklamator
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved